POLRI

POLRES METRO JAKBAR TANGKAP DELAPAN DEBT COLLECTOR PENYEKAP DIRUT

HARIANTERBIT.CO – Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Barat melalui Kasat Reskrim AKBP Edy Suranta Sitepu memaparkan kronologi penangkapan terhadap pelaku penagih utang yang dilakukan debt collector.

Polisi menangkap delapan orang tersangka yakni AB, AR, JR, MR, HN, FR, FL, dan FD, serta ada tersangka lain yang masuk dalam pengejaran orang (DPO) antaranya AN, MS, ON, dan JM.

Edy mengungkapkan, awal mula Dirut PT Maxima Interindah Hotel (EK) melakukan proyek renovasi Hotel kepada US selaku kontraktor senilai Rp32.587.000,000.

Sebagai dana keseriusan, US memberikan Rp100 juta kepada korban, namun proyek tidak berjalan sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

“Saudara US ingin agar dana Rp100 juta dikembalikan, akan tetapi pelapor mengatakan dana tersebut sudah digunakan untuk keperluan surat-surat proyek tersebut,” ungkap Edy di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (28/10/2019).

Edy menambahkan, dikarenakan tidak adanya titik temu, US menyewa jasa PT Hai Sua Jaya Sentosa untuk melakukan penagihan terhadap pelapor.

Mendapati order dari US, AB selaku Dirut PT Hai Sua Jaya Sentosa memerintahkan anak buahnya untuk menemui pelapor. Dari pertemuan tersebut, korban mengatakan tidak memiliki uang dan meminta kebijaksaan waktu selama 5 hari.

“Tersangka AB, kemudian memerintahkan tersangka lain untuk memantau, menjaga, dan mengawasi kegaiatan korban dengan alasan agar korban tidak bisa kabur,” tambah Edi.

Ironisnya, para tersangka meminta uang Rp5 juta dengan alasan sebagai uang tunggu selama lima hari yang dijanjikan korban.

Parahnya lagi, tersangka AB memaksa korban untuk menandatangani perjanjian kenaikan pembayaran utang karena adanya keterlambatan selama lima hari dari Rp100 juta menjadi Rp250 juta.

“Selain korban, ada juga beberapa karyawan hotel memperoleh ancaman dan kekerasan dari para tersangka. Beruntung ada salah satu karyawan yang berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Barat,” jelasnya.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil, tiga unit sepeda motor, tujuh unit ponsel, banner surat perjanjian, dan company profile PT Hai Sua Jaya Sentosa.

“Kami ingatkan kepada perusahaan yang bergerak di bidang jasa penagih hutang, agar tidak main hakim sendiri, jika tidak kami akan berikan tindakan tegas. Kepada masyarakat, apabila terdapat perlakuan yang mengancam agar segera melapor, karena kami (polisi) akan selalu melayani dan berupaya akan melakukan penangkapan terhadap pelaku,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 333 KUHP tentang merampas Kemerdekaan Orang Lain.

Sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat mengamankan para pelaku yang diperintahkan sebuah perusahaan yang bergerak sebagai jasa penagih hutang PT. Hai Sua Jaya Sentosa melakukan intimidasi dan penyekapan terhadap seorang Korban Dirut PT Maxima (Engkos Kosasih) di sebuah Hotel Grand Akoya Taman Sari Jakarta Barat. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *