NASIONAL

PENGAMAT: PENUMPANG GELAP DEMO MAHASISWA AKHIRNYA TERANG BENDERANG

HARIANTERBIT.CO – Banyaknya ragam tanggapan publik atas demonstrasi di depan gedung parlemen yang dilakukan mahasiswa yang berlangsung hari Senin dan Selasa, disusul demonstrasi pelajar pada hari Rabu esoknya, telah memberi pelajaran bahwa keputusan apapun yang diambil segelintir elit politik, bahkan ketika dilakukan diam-diam dan tengah malam sekalipun, akan mendapat perhatian publik.

Majunya kelompok mahasiswa murni karena dorongan hati nurani, bukan karena dikendalikan apalagi menjadi agen kelompok tertentu. Karena itulah publik segera bisa membedakan mana demonstrasi murni dan mana demonstrasi yang memanfaatkan keadaan untuk kepentingan kelompoknya. Demikian kesimpulan tanggapan yang disampaikan pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman saat diskusi meja bundar bertajuk “Demonstrasi Mahasiswa: Murni Atau Dikendalikan” yang berlangsung di Kantor Lembaga Survei Konsep Indonesia di kawasan BSD City, Sabtu (28/9/2019).

Veri Muhlis menyampaikan, penting bagi elite politik di Jakarta untuk tidak jumawa dan merasa seperti pemilik saham negara. Betul mereka dipilih oleh rakyat saat pemilu lima tahun lalu, namun bukan berarti segalanya bisa diperbuat sesuka hati, justru harus introspeksi apakah selama ini sudah menyuarakan kepentingan rakyat dengan sungguh-sungguh? Lebih banyak mana menyuarakan kepentingan rakyat dengan menyuarakan kepentingan partai?

“Jadi proses kejar tayang mensahkan berbagai RUU menjadi UU yang cuek bebek, yang penting sah sebelum masa jabatan berakhir, itulah yang menyebabkan mahasiswa dan kelompok terdidik sebal. Belum lagi soal isu pelemahan KPK yang ditanggapi dengan kaku oleh pemerintah dan DPR. Ada kesan mereka memaksakan narasi bahwa yang diperbuatkan adalah untuk menguatkan, namun yang dibaca kelompok terdidik justru sebaliknya,” ujar direktur Konsepindo Research and Consulting itu.

Alumni UIN Jakarta ini menambahkan, harus menjadi konsen bersama bahwa di era media sosial, segala jenis pengelabuan, kepura-puraan, harus dibuang dan diganti dengan ketulusan. Sikap sok berwenang dan arogan harus dibuang jauh. Dialog yang benar dan serius serta sungguh-sungguh dilaksanakan dengan semua elemen sangatlah penting. “Demo mahasiswa dan pelajar itu tegas sekali menunjukan bahwa mereka melek. Ada pesan moral di situ,” ujarnya.

Terkait munculnya isu bahwa demonstrasi mahasiswa dan pelajar itu dikendalikan kelompok tertentu, Veri Muhlis menyatakan tidak setuju. Menurutnya, orang yang menilai begitu, jangan-jangan dulunya tidak pernah jadi aktivis mahasiswa. Gerakan mahasiswa itu tidak satu entitas. “Jangankan di seluruh Indonesia, di satu kampus saja banyak sekali entitasnya, banyak pula beda pendapatnya. Jadi ketika mahasiswa seluruh Indonesia bergerak untuk isu yang sama, itu adalah capaian luar biasa,” ungkapnya.

Veri menutup paparannya dengan menyatakan bahwa pendemo yang membawa agenda lain seperti demonstrasi hari ini (Sabtu, 28/9/2019) dengan tegas dan vulgar dapat dibedakan segera. Mereka segera bisa diketahui dari kelompok mana, siapa yang menggerakkan dan atribut yang dibawanya.

“Jadi nyata sekali demonstrasi diluar isu yang diusung mahasiswa kemarin tetapi menjual nama mahasiswa, bisa dikatakan penumpang. Mungkin tadinya penumpang gelap lalu jadi penumpang terang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *