KASUS

KLAIM ASURANSI SUAMI DITOLAK PANIN DAI-ICHI LIFE, MOLLY AJUKAN GUGATAN KE PENGADILAN

HARIANTERBIT.CO – Malang betul nasib seorang nasabah Panin Dai-ichi Life, Molly. Dia tidak mendapatkan klaim asuransi jiwa dari Panin Dai-ichi Life. Perusahaan ini menolak klaim asuransi jiwa yang diajukan Molly sebagai penerima manfaat atas asuransi suaminya, Astiang, karena meninggal dunia, di mana gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (13/8/2019).

Astiang sendiri telah terdaftar sebagai nasabah sejak 2010. Setiap bulannya dia membayarkan premi sebesar Rp1,5 juta sampai saat ini. Namun demikian, Astiang pada April 2019 meninggal dunia. Begitu ditinggal suaminya, Molly mengajukan klaim. Ketika Molly mengajukan klaim atas suaminya itu, pihak Panin Dai-ichi Life justru dengan alasan tidak jelas, ‘ogah’ mengabulkan klaimnya itu.

Karena merasa tak digubris, akhirnya Molly meminta bantuan hukum kepada Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Wira Dharma Perwakilan Jakarta 1. Atas permasalahan ini, tim kuasa hukum Molly, Suryani, telah melayangkan surat ke Panin Dai-ichi Life.

“Kami sudah melakukan klarifikasi terlebih dulu ke pihak Panin Dai-ichi Life. Kami mengirimkan surat klarifikasi, sudah dua kali tidak mendapatkan respons positif, bahkan jawabannya menolak klaim dengan alasan ditutup. Dia mengaku tidak mengerti dengan alasan yang disampaikan oleh pihak Panin Dai-ichi Life,” kata Suryani, dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT.co, Selasa (13/8/2019).

Padahal selama ini, lanjut Suryani, kliennya itu tidak pernah melakukan gagal bayar premi. “Dari segala macam. Begitu tahu hanya tahunya ditolak saja, dianggapnya tidak berlaku lagi. Dianggap telat bayar,” ujarnya.

Suryani mengungkapkan, kliennya itu mendapatkan uang premi sebesar Rp270 juta. Itu yang harus diterima oleh kliennya sebagai penerima manfaat atas asuransi yang selama ini dicicil oleh almarhum suaminya.

“Untuk itu dia bersama tim kuasa hukumnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dengan harapan hukum ditegakkan,” pungkas Suryani. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *