POLRI

POLISI TANGKAP PENIPU ASAL SINDRAP, TINGGAL DI APARTEMEN

HARIANTERBIT.CO – Resmob Polda Metro Jaya menangkap penipu kelompok Sindrap berinisial M (27), AZ (38) dan A (27). M dapat menirukan suara mirip dokter, bahkan bisa meniru suara perempuan sebagai guru.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono meminta kepada pelaku M untuk memperagakan suara dalam kasus penipuan kepada orang tua murid yang anaknya jatuh di kamar mandi di sekolah, saat konferensi press.

“Pelaku M menelepon orang tua murid sebagai dokter, menerangkan bahwa anaknya ada pendarahan di kepala jatuh di kamar mandi. Kemudian pelaku meminta kepada korban untuk menelepon guru sekolah untuk menyakinkan. Ketika korban menelepon ke sekolah, pelaku M dapat meniru suara sebagai guru perempuan,” terang Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (19/7/2019).

Pelaku mengatakan kepada korban bahwa anak korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengeluarkan darah dari telinganya, dikarenakan kepala bagian belakang mengalami benturan keras. Sehingga sirkulasi darah antara otak kecil dan otak besar terputus. Kemudian pelaku yang berperan sebagai dokter mengatakan bahwa anak korban harus segera diberikan alat medis alat sensor terapi kepala, untuk memperlancar sirkulasi darah yang terputus tersebut.

Alat tersebut hanya ada di Apotik Farmasi Jaya dan menyuruh korban untuk segera menghubungi ke Apotik Farmasi Jaya tersebut, agar jangan sampai terlambat pemasangan alat tersebut ke anak korban karena bisa mengakibatkan gegar otak dan lupa ingatan.

“Korban disuruh mentransfer sejumlah uang dengan alasan untuk membeli alat kedokteran. Karena panik korban disuruh transfer untuk membeli alat untuk pendarahan di kepala seharga Rp 17,5 juta,” terang Argo

Pelaku lain yang berinisial AZ berperan memantau, hasil melakukan penipuan tersebut. AZ juga berperan mengecek atau menelpon korban, apakah uang sudah ditranfer atau belum. “Sedangkan pelaku A, berperan mencari data orang tua murid yang menjadi korban,” tambah Argo.

Para tersangka ditangkap di sebuah apartemen. Mereka menyewa apartemen dari hasil beberapa kali menipu. “Mereka menyewa apartemen seharga Rp 35 juta per tahun,” tandas Argo.

Para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 4 dan Pasal 5 Juncto Pasal 2 ayat (1) huruf r dan atau z UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *