NASIONAL

LAPORAN KEUANGAN BAZNAS TAHUN 2018 RAIH OPINI ‘WAJAR’

HARIANTERBIT.CO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meraih predikat ‘Wajar’ pada Laporan Keuangan Tahun 2018 yang diaudit auditor independen Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo. Predikat ‘Wajar’ ini membuktikan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun Baznas dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Ketua Baznas Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA mengatakan, predikat ‘Wajar’ merupakan yang tertinggi dalam tingkatan hasil audit laporan keuangan dari KAP. Baznas bersyukur bahwa Laporan Keuangan Tahun 2018 yang meliputi laporan pengumpulan, pengelolaan, dan pendistribusian dana zakat telah mencapai tingkatan tersebut.

“Kami berharap predikat ‘Wajar’ yang diperoleh Baznas ini dapat meningkatkan kepercayaan publik atas pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola Baznas,” ujar Bambang saat penyerahan hasil audit secara simbolis di Kantor Baznas, Menteng, Jakarta Pusat. Kamis (11/7/2019), dilansir dari keterangan persnya yang diterima HARIANTERBIT.co.

Bambang menambahkan, sekaligus menjadi contoh kepada Baznas provinsi dan kabupaten/kota, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional seluruh Indonesia serta mendorong transparansi dan akuntabilitas untuk melayani masyarakat, terutama muzaki dan mustahik.

Hadir mendampingi KAP AR Utomo Ahmad Toha, Direktur Kepatuhan dan Audit Internal Baznas Drs Mochammad Ichwan Ak, MM, CA, dan Direktur Operasi Baznas Wahyu TT Kuncahyo.

Direktur Kepatuhan dan Audit Internal Baznas Drs Mochammad Ichwan Ak, MM, CA mengatakan, Baznas menyajikan laporan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109 yang menjadi standar akuntansi pengelolaan zakat di Indonesia.

“Perolehan predikat ‘Wajar’ ini diibaratkan jika dalam ujian sekolah itu nilainya tinggi, yakni A. Alhamdulillah dengan hasil laporan audit ini, tentunya dapat meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Baznas,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasi Baznas Wahyu TT Kuncahyo mengutarakan, sejak pertama kali berdiri, Baznas terus menjamin transparansi dan keterbukaan kepada masyarakat termasuk dalam memberikan layanan terbaik bagi muzaki dan mustahik.

“Predikat ‘Wajar’ ini telah menjadi tradisi Baznas sejak didirikan dari tahun 2001, dan jadi bagian dari komitmen Baznas meningkatkan kepercayaan publik melalui transparansi pengelolaan zakat yang semakin baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) M Fuad Nasar mengatakan, pencapaian ‘Wajar’ dalam laporan keuangan Baznas menjadi bukti pelaksanaan pengelolaan keuangan Baznas yang baik.

Fuad berharap, perolehan ini bisa terus dipertahankan, dan setiap Baznas provinsi, kabupaten dan Kota juga bisa meraih predikat ‘Wajar’ agar mewujudkan transparansi dan memberikan kepercayaan publik.

“Opini ‘Wajar’ yang diraih Baznas dalam audit Laporan Keuangan Tahun 2018 merupakan salah satu bentuk pengakuan atas kinerja pengelolaan keuangan Baznas sesuai standar akuntansi yang baik. Capaian ini, seperti juga tahun-tahun sebelumnya, perlu dipertahankan terus. Saya harapkan semua Baznas di daerah juga meraih opini ‘Wajar’,” katanya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *