NASIONAL

HETIFAH AJAK KALIMANTAN TIMUR BELAJAR DARI OMBILIN

HARIANTERBIT.CO– Tidak selamanya lokasi bekas tambang menjadi kota mati setelah operasional penambangan selesai. Ditetapkannya Ombilin Coal Mining Heritage of Sawalunto, Sumatera Barat sebagai warisan budaya dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) merupakan buktinya. UNESCO merupakan badan khusus PBB yang didirikan 74 tahun silam.

Jika melihat sejarahnya, jelas Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, pertambangan batubara di Ombilin dimulai pemerintah kolonial Belanda. Setelah Indonesia merdeka, tambang batu bara Ombilin diambilalih negara dan akhirnya dikelola PT Bukit Asam Tbk.

“Ini membuktikan, tidak selamanya lokasi bekas tambang menjadi kota mati. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bisa belajar dari Ombilin. Lokasi bekas tambang bukan menjadi hal yang menakutkan dan membahayakan,” ungkap Hetifah dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp (WA) yang diterima Harianterbit.co, Senin (8/7).

Dikatakan wakil rakyat dari Dapil Kalimantan Timur ini, lubang bekas tambang bisa dijadikan tempat wisata dan memiliki fungsi pendidikan. Dia mengapresiasi ditetapkannya Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco.

Lokasi bekas tambang bisa menjadi lokasi wisata dan menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. “Lubang yang dulu lokasi penambangan batu bara bawah tanah diubah menjadi lubang yang mempunyai fungsi pendidikan, sehingga generasi muda mengerti karena dapat melihat bagaimana proses kegiatan pertambangan. Dan, apa dampak-dampak yang bisa ditimbulkan jika tidak dikelola dengan baik.”

Walau ditetapkan sebagai warisan budaya dunia, dia mendorong Pemerintah gencar melakukan promosi Ombilin. “Promosi harus terus menerus ditingkatkan agar Ombilin dikenal pariwisata dunia. Untuk itu, pemerintah perlu menyiapkan perlindungan yang efektif untuk menjaga warisan tambang batubara Ombilin dari praktik tambang ilegal,” lanjut Hetifah.

Perlu diketahui, penambangan batu bara yang dilakukan PT Bukit Asam sudah tidak ada, kecuali beberapa tambang ilegal. UNESCO akan memeriksa dan mengevaluasi cara pemerintah mengelola situs Ombilin Sawahlunto termasuk segala konsekuensi harus dijalani termasuk pengawasan tambang ilegal.

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan, Kemendikbud akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata agar situs Ombilin Sawahlunto menjadi salah satu prioritas pengembangan pariwisata nasional.

“Kemendikbud sendiri konkretnya akan membuat riset, misalnya cerita tentang Samin Surosentiko yang gerakannya di Jawa Tengah dan dibuangnya ke sana,” demikian Hetifah Sjaifudian. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *