NASIONAL

POLRI ANTISIPASI 10 DAERAH RAWAN KONFLIK KAMPANYE PEMILU

HARIANTERBIT.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memulai kampanye terbuka pasangan calon presiden dan wakil presiden sejak 24 Maret hingga 13 April 2019 secara serentak. Polri sudah mengantisipasi daerah rawan konflik kampanye pemilu.

“Kita sudah antisipasi baik dari tingkat Polres dan Polda mengenai kerawanan pemilu,” ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (29/3/2019).

Menurut Dedi, ada perubahan dalam persepektif keamanan tentang indeks potensi kerawanan pemilu di sejumlah daerah. Hal tersebut berdasarkan maping, profiling, dan identifikasi. 

Jika dulu Papua dinilai masuk kategori paling rawan, sekarang bergeser. Potensi kerawanan justru terjadi pada masa kampanye terbuka.

Ada 10 daerah yang memiliki tingkat kerawanan pemilu tertinggi, yakni secara berturut-turut adalah Maluku Utara, diikuti Papua, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. 

“Itu 10 Polda saat ini menjadi prioritas keamanan masa kampanye terbuka,” jelas Dedi.

Jika dilihat dari tingkat kerawanan berdasarkan kabupaten dan kota, sebelum memasuki kampanye terbuka, Tangerang Selatan berada di peringkat pertama. Disusul Jakarta Utara, Parigi, Banggai, Donggala, Jakarta Barat, Mentawai, Tanah Datar, Jakarta Timur, dan salah satu kabupaten di Yogyakarta.

Pada pemilu sebelumnya, Jakarta tidak masuk ke dalam urutan potensi tingkat kerawanan pemilu. Namun memasuki masa kampanye terbuka, beberapa wilayah di Jakarta turut mendominasi.

Kemudian ada tujuh dimensi yang menjadi penyebab sejumlah wilayah di ibukota masuk daerah rawan.

“Pertama dimensi penyelenggara, kontestasi capres, kontestasi caleg, partisipasi masyarakat antara paslon, gangguan kamtibmas, ambang gangguan, dan gangguan nyata,” pungkas Dedi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *