RENUNGAN

PEMANCING DI KOLAM PEMANCINGAN


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

PEMANCING profesional memancing di laut atau danau, sungai atau di alam luas dan penuh tantangan. Lain halnya pemancing di kolam pemancingan yang pasti dapat ikan kalaupun dipancing sulit dikuras pun bisa dilakukan untuk mendapatkan ikan.

Para pemancing di kolam pemancingan ini bisa menjadi analogi pebisnis-pebisnis dalam kolam birokrasi yang ikannya dari anggaran yang sesuai dengan perencanaan. Pemancing di kolam birokrasi dapat dipastikan akan mendapat untung walau harus rela berbagi.

Para pebisnis ini jeli dan paham peta anggaran dari hulu sampai hilir. Paham siapa yang harus disungkemi dan siapa-siapa yang wajib diciumi tangan bahkan dibasuh kaki dan meminyaki kepalanya.

Seringkali mereka hanyalah sebatas broker atau selang penyambung pembagi aliran air. Walau bukan golongan fighter tetapi mereka ini penyabar yang mampu membuat di atas, di tengah sampai di bawah senang. Dari perencaan sampai dengan user-nya pun dibuatnya happy.

Para pemancing di kolam pemancingan bukanlah pemancing bebas mereka diwajibkan membayar tiket dan mengikuti berbagai peraturan. Ikan yg diperolehnya pun wajib ditimbang dan ada label harga per kilogramnya. Pebisnis di kolam birokrasi juga taat asas dan mereka bukan golongan sembarangan.

Memancing di kolam birokrasi wajib memiliki kesaktian atau setidaknya memiliki prewangan yang sanggup untuk menjadi bumper atau menakut-nakuti penjaga-penjaga barier birokrasi.

Bisnis memag harus untung kalau hanya balik modal saja mereka akan sekarat menggelapar. Untung sedikit saja bisa membuat mereka sesak napas bagai ikan paus yang terdampar di pantai dangkal. Apalagi rugi pasti mati.

Kata-kata saktinya pasti mengatasnamakan ndoro ini sukanya ini. Ibu ndoro maunya begini semua atas nama supaya penjaga di level tengah bawah menggigil dan manut padanya. Seringkali pemancing ini tidak membawa umpan bahkan pancingan pun tidak punya modal petunjuk dan main telunjuk sudah bisa menjadi pemancing.

Sistem memang masih extended family system namun para pemancing ini wajib bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan secara administrasi, secara hukum, secara fungsional atau kemanfaatan bagi banyak orang dan peningkatan kualitas hidup bahkan juga secara moral. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *