PERISTIWA

ADVOKAT INDEPENDEN DEKLARASIKAN ADPRIL, KAWAL PEMILU JURDIL

HARIANTERBIT.CO – Jelang pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) serentak pada 17 April 2019, para advokat mendeklarasikan Advokat Independen untuk Pemilu Jujur dan Adil (Adpril). Organisasi tersebut merupakan gerakan moral para advokat untuk mewujudkan Pemilu 2019 sebagai pemilu yang jujur dan adil.

“Untuk mengawal pemilu yang jujur dan adil, Adpril akan memerangi hoaks, kampanye hitam dan ujaran kebencian, serta mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Adpril terbentuk atas dasar keresahan kami karena adanya informasi hukum yang simpang siur, hoaks dan sebagainya,” kata Deklarator Adpril Dr Hamdan Zoelva, Sabtu (16/2/2019), saat acara Deklarasi Advokat Independen untuk Pemilu Jujur dan Adil (Adpril) di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, sebagaimana rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co.

Dalam posisi seperti ini para advokat merasa sudah jarang orang bicara secara independen, terhadap situasi sekarang. Baik pandangan terhadap penyelenggara, konstentan maupun partisan. Para advokat merasa perlu memberikan pandangan-pandangan yang independen secara hukum baik itu kepada penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu-red) maupun kepada peserta pemilu.

Hamdan mengatakan, ini tanggung jawab moral advokat profesional membentuk advokat independen untuk pemilu yang jujur dan adil. Kalau ada isu, Adpril akan menyampaikan sesuai fakta, kebenaran dan tidak memihak.

“Satu kekhawatiran di pemilu ini kalau perbedaan tipis, terutama pilpres. Siapa pun yang kalah akan mencari pembenaran, karena apa pun hasilnya, yang kalah pasti akan mencari kesalahan. Jadi dari awal kami akan ingatkan, penyelenggara pemilu supaya terus independen dan jurdil,” tambah Hamdan Zoelva, selaku salah seorang inisiator dan Dewan Penasihat Adpril.

Sementara itu, salah satu deklarator Adpril, Muhammad Ismak mengatakan, pihaknya tidak hanya terpaku pada pilpres saja. Ini ada juga pemilu legislatif, jadi kami juga akan kawal pilpres dan pemilihan legislatif.

“Demokrasi tidak ditegakkan dengan marah dan hoaks. Sebagai advokat kami punya kewajiban moral untuk menjaga demokrasi tetap berjalan dengan baik,” kata Ismak. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *