TNI

SATGAS PAMTAS YONIF PARA RAIDER 328/DGH AMANKAN BOM PENINGGALAN PERANG ZAMAN BELANDA

HARIANTERBIT.CO – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 328/Dgh Pos Ramil Muara Tami, Jayapura, mengamankan sebuah bom berukuran besar, Rabu (21/11). Bom yang sepanjang 125 cm dan berdiameter 50 cm itu sebelumnya ditemukan seorang warga Desa Skouw Mabo, Muara Tami.

Penemuan bom berukuran besar itu berawal dari seorang warga bernama Jacob Mallao (69 tahun) yang tengah menggali tanah untuk membuat lubang sampah. Pada saat kedalaman mencapai 50 cm, Jacob melihat sebuah benda mencurigakan di dalam tanah.

Jacob yang mencurigai benda tersebut sebagai bom, terpaksa menghentikan penggalian tersebut. Ia pun melapor ke Pos Ramil Muara Tami, dan diterima oleh Lettu Inf Rakhmanto Adhy.

Jacob Mallao, warga Desa Skouw Mabo, Muara Tami, penemu bom peninggalan perang zaman Belanda.

Berdasarkan laporan tersebut, para aparat keamanan yang tengah berjaga di Pos Ramil Muara Tami pun berangkat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.

Dansatgas Yonif PR 328/Dgh Mayor Inf Erwin Iswari SSos, MTr (Han), dalam keterangan tertulisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Kamis (22/11), mengatakan, bom tersebut diperkirakan merupakan peninggalan perang di zaman Belanda. Petugas memprediksi bahwa bom tersebut berbahaya, terlebih lagi berada di sekitar pemukiman warga.

“Kami tidak mengetahui apakah bom tersebut masih aktif atau tidak, tapi tindakan pertama adalah untuk mengamankan bom tersebut menjauh dari warga,” jelas Mayor Inf Erwin Iswari.

Sebagai langkah pengamanan, petugas pun membawa bom tersebut ke pos Ramil Muara Tami. Petugas masih menunggu tim penjinak bom untuk tindakan pengamanan selanjutnya. (rel/arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *