NASIONAL

RINGANKAN BEBAN, LEGISLATOR PKS SUMBANGKAN GAJI UNTUK PALU

HARIANTERBIT.CO – Guna mengurangi beban penderitaan masyarakat yang terkena dampak gempa dan tsunami di Palu, Donggala serta Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menginstruksikan kepada seluruh legislator partai berlambang padi dan kapas itu menyumbangkan gaji bulan Oktober 2018 mereka.

Hingga kini kata wakil rakyat dari Dapil Provinsi Banten III tersebut sudah mencapai 1.407 orang meninggal dunia, ribuan belum ditemukan dan ribuan pula tinggal di pengungsian. Dan, tidak terhitung pula besar kerugian harta yang mereka derita.

“Duka cita mendalam dari keluarga besar PKS. Semoga Allah meringankan musibah saudara-saudara kita di sana. Sebagai Ketua Fraksi saya sudah instruksikan kepada seluruh legislator PKS khususnya di tingkat pusat agar menyumbangkan gajinya Oktober untuk korban gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala. Mudah-mudahan inisiatif ini bisa meringankan korban dan memotivasi sesama legislator lainnya,” kata Jazuli.

Selain legislator pusat, Jazuli Juwaini yang juga Koordinator Legislator PKS Nasional ini menghimbau kepada seluruh legislator daerah PKS seluruh Indonesia untuk menyisihkan gajinya sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan bagi saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah.

“Melihat besarnya dampak dari gempa dan tsunami yang terjadi di Sulteng khususnya di Palu, Sigi, dan Donggala kita berharap bantuan kemanusiaan dari berbagai elemen dapat terkumpul dengan cepat dan mencukupi serta efektif tersalurkan kepada masyarakat di sana,” anggota Komisi I DPR RI ini.

Untuk teknis pengelolaan bantuan dan pengawasan penanggulangan bencana, lanjut Jazuli, Fraksi PKS membentuk “Tim Fraksi PKS DPR Peduli Bencana” yang akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan Bidang Kesra DPP yang saat ini telah mengirimkan relawan dan menghimpun bantuan dari seluruh kader PKS.

Tim Fraksi PKS terdiri dari perwakilan Anggota yaitu Sukamta (Komisi I), Sutriyono dan Aus Hidayat Nur (Komisi II), Sigit Sosiantomo (Komisi V), Iskan Qolba Lubis (Komisi VIII) dan Anshory Siregar (Komisi IX).

Selanjutnya, Fraksi PKS mengusulkan kepada Pemerintah untuk menetapkan musibah ini menjadi Bencana Nasional agar proses tanggap darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif dalam upaya menyelamatkan korban dengan kekuatan nasional dan memungkinkan masuknya bantuan internasional.

“Kita tidak perlu malu menerima bantuan internasional yang memang kita perlukan, karena pada saat yang sama kita juga sering memberikan bantuan kepada negara-negara lain yang membutuhkan uluran tangan kita,” pesan Jazuli.

Fraksi PKS, kata laki-laki kelahiran Bekasi 54 tahun lalu ini, mendesak Pemerintah khususnya BNPB agar mengkoordinasikan proses penanganan bencana dengan baik melibatkan seluruh potensi kekuatan nasional.

Selain itu juga diminta memberikan informasi yang akurat dan menenangkan/tidak simpang siur, dengan prioritas utama membuka akses dan mengevakuasi korban di daerah-daerah terpencil dan belum terjangkau serta memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak dibutuhkan korban secara merata dan menyeluruh. (art)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *