KASUS

SEORANG PRIA TEWAS DIDUGA OD DI LOUNGE DISKOTEK JAKBAR, MAS TETE: TUTUP JIKA DITEMUKAN PEREDARAN NARKOBA

HARIANTERBIT.CO – Pemerhati tempat hiburan malam, Tete Martadilaga mengingatkan, agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak gegabah pada nantinya dalam mengambil keputusan sanksi terhadap tempat hiburan malam yang melanggar. Contoh paling anyar adalah pengunjung tempat hiburan malam Crown, Jakarta Barat, ditemukan tak bernyawa di lounge diskoteknya akibat over dosis (OD) pada Sabtu (9/9) dinihari sekitar pukul 05.00 WIB.

Tete Martadilaga

“Kejadian tersebut jangan sampai mengulang kasus yang menimpa Exotic. Pengunjung minum di mana, konsumsi narkoba di mana (ini mungkin-red), dan tewas di Diskotek Exotic. Diskotek Exotic ditutup,” kata Tete Martadilaga yang akrab disapa Mas Tete ini dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/9).

Hal seperti itu, ujar Mas Tete, jangan sampai terulang. Jadi biarkan penyidik kepolisian bekerja secara profesional, dan jangan ada intervensi dari institusi lain hanya karena ada kepentingan.

Mas Tete menambahkan, aparat pun melakukan penyidikan juga harus diawasi agar tidak terjadi kongkalikong antara pengusaha hiburan dengan penyidik.

“Jenazah harus diautopsi, dan begitu halnya harus ada saksi baik teman korban maupun karyawan Crown dimintai keterangan. Kemudian harus diusut over dosisnya karena apa? Karena narkoba termasuk jenisnya, atau karena apa?” imbuhnya.

“Jika memang benar over dosis karena minum Koktil Long Island Iced Tea, juga harus diteliti dengan cermat. Karena bisa saja hal ini terjadi, seperti halnya orang tewas minum oplosan,” kata Mas Tete menegaskan.

Menurut Mas Tete, selama ini Diskotek Crown tutup, dan hanya lounge diskotek dan karaoke yang buka. Lounge itu yang saat ini dijadikan diskotek.

“Gubernur Anies mesti paham itu. Jangan ragu menunjukkan tajinya untuk menutup tempat hiburan malam Crown, dengan mencabut surat izin usaha pariwisata Diskotek Lounge Crown, jika terbukti ada peredaran narkoba. Karena memang tidak mungkin di setiap tempat hiburan malam tidak beredar narkoba. Sangat mungkin narkoba itu masuk dari luar,” ungkap Mas Tete.

Tewas Diduga OD

Kombes Pol Argo Yuwono

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, telah ditemukan mayat yang terindentifikasi berinisial IJS, di Lounge Diskotek Crown, pada Sabtu (9/9) dinihari, sekitar pukul 05.00 WIB.

Menurut Argo, penyebab pasti korban meninggal dunia masih dalam penyelidikan Polsek Tamansari, Jakarta Barat. Namun dugaan sementara korban tewas akibat over dosis (OD).

Argo menjelaskan, kejadian ini dilaporkan ke Siaga Ops Polda Metro Jaya pukul 17.24 WIB dengan Nomor Laporan Polisi: 25/Lapga/Ix/2018/Sektro Tamansari. Tempat kejadian perkara di Lounge Diskotek Crown.

Saksi yang sudah diminta keterangannya di lokasi kejadian, jelas Argo adalah Rujanto — yang menjelaskan bahwa korban sebelumnya meminum Koktil Long Island.

Entah apa penyebabnya, tiba-tiba saja korban mengalami kejang-kejang. Korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Husada untuk mendapatkan pertolongan.

Namun sayangnya terlambat. Sebelum diambil tindakan korban sudah tewas. Dokter menyatakan korban meninggal dunia, dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Selanjutnya korban dikirim ke RSCM untuk keperluan visum dan penyelidikan. Kasusnya ditangani Polsek Tamansari, Jakarta Barat. (*/oko)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *