POLRI

AYAH DAN ANAK BOBOL UANG NASABAH BANK

HARIANTERBIT.CO – Sub Direktorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap sindikat pembobol uang puluhan nasabah bank yang mencapai ratusan juta rupiah. Dua dari enam tersangka yang terlibat dalam kasus ini merupakan ayah dan anak.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, aktor intelektual berinsial F alias FIT (31) merupakan seorang residivis yang pernah dijebloskan ke penjara atas kasus pidana yang sama. Bukannya bertaubat setelah keluar penjara pada 2016 lalu, F malah merekrut anaknya berinisial ES alias Enos (19) untuk membantu melancarkan aksi itu.

“F residivis yang diungkap oleh Unit 2 dengan kejahatan yang sama, F dibantu tersangka E anaknya,” ujar Ade di Polda Metro Jaya, Jumat (7/9).

Ade mengatakan modus yang dilancarkan para tersangka yakni menghubungi nomor telepon para nasabah dengan berpura-pura sebagai pegawai salah satu bank tertentu yang hendak mendata kartu kredit milik para nasabah bank.

“Saat dihubungi melalui sambungan telepon, para tersangka kemudian meminta agar calon korban bisa menyebutkan kode expired dan kode CCV yang tertera di belakang kartu kredit. Setidaknya aksi ini sudah dilakoni F dan anaknya sejak 2016 lalu. Mereka berdua juga dibantu tersangka lain yakni, EA alias Eldin (21), BRS (42), F alias Frans (31) dan Y alias Bedu (42). Tersangka yang lain pun siap melakukan transaksi dengan aplikasi tertentu untuk beli pulsa. OTP masuk, kode-kodenya juga, sehingga bisa dilakukan transaksi,” jelas Ade.

Lanjut Ade, mereka juga mengincar saldo di kartu debit para nasabah beberapa bank swasta dan negeri. Aksi pembobolan kartu debit ini dilakukan setelah para tersangka meretas data-data milik para nasabah.

“Modus kedua, mereka membobol kartu debit nasabah dengan data yang dipunya. Mereka berupaya masuk ke email dengan aplikasi mobile banking dan mendaftarkan dengan nomor handpone,” katanya.

Dari hasil penyidikan, para tersangka memiliki ribuan data nasabah berbagai bank. Di mana data-data itu dibeli F dari R, oknum perusahaan kartu kredit seharga Rp500 ribu untuk 3.000 data nasabah bank. “Kita saat ini masih memburu keberadaan R yang kini masih buron,” paparnya.

Tambah Ade, kasus ini baru terungkap setelah polisi mendalami laporan 10 nasabah yang menjadi korban kasus pembobolan yang dilakukan sindikat ini pada Juni dan Agustus 2018 lalu. Total kerugian yang ditaksir mencapai Rp125 juta.

“Enam tersangka ini ditangkap di beberapa lokasi berbeda di Jakarta. Terkait pengungkapan kasus ini, kita juga berhasil menyita uang tunai Rp10 juta, satu unit mobil dan 17 unit ponsel berbagai merek,” tutupnya.

Atas perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, dan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman pidana maksimal lima tahun penjara. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *