NASIONAL

ROSARI SALEH: UI BUKAN ‘MACAN KERTAS’

HARIANTERBIT.CO – Pemeringkatan universitas pada ajang peringkat universitas dunia atau QS World University Rankings, perlu dilakukan untuk mengharumkan bangsa dan negara. Salah satu cara untuk meningkatkan peringkat itu adalah dengan menguatkan usaha merealisasikan output riset dalam bentuk produk.

Rosani Saleh

Hal itu dikemukakan Wakil Rektor III Universitas Indonesia Bidang Riset dan Inovasi Rosari Saleh, Rabu (5/9). Ditegaskan Rosari, hingga kini Universitas Indonesia masih tercatat sebagai universitas paling produktif menghasilkan publikasi di Indonesia.

Seperti diberitakan berbagai media, UI sempat meraih penghargaan sebagai institusi dengan Produktivitas Publikasi Tertinggi dalam kategori PTN-BH (Perguruan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum). Penghargaan diberikan pada acara Science and Technology Index (SINTA) Award oleh Kemenristekdikti pada Juli lalu di Jakarta.

Kemenristekdikti via SINTA mencatat jumlah publikasi internasional UI yang terindeks di Scopus dari tahun 2004 hingga akhir Agustus 2018 ada 8.895 dokumen. Dari database Scopus sendiri pada kurun waktu yang sama, jumlah publikasi UI mencapai 9.343 dokumen.

“Riset dan inovasi harus terus berusaha memperlihatkan adanya output atau hasil produk nyata yang berguna buat orang banyak. Supaya kita bisa membuktikan diri bahwa kita bukan ‘macan kertas’,” ujar Rosari dalam diskusi terbatas dengan Pokja Wartawan di Depok.

Dipaparkan Rosari, model quintuple helix sedang berusaha disasar Universitas Indonesia, yaitu dengan menjalankan riset dan inovasi berintikan model quintuple helix ini pada dasarnya merupakan pengembangan dari model triple helix dengan menambahkan masyarakat (civil society) dan lingkungan alam (ecology) untuk mencapai visi Universitas Indonesia dan masyarakat madani yang berbudaya dengan pemanfaatan sains dan teknologi (techno-scientific cultural society). “Sasaran akhir kita mengerahkan kemampuan riset dan inovasi agar terwujud sustainable nation,” ujarnya.

Sejumlah penelitian UI, tambah Rosari, yang sudah dipublikasikan dalam jurnal internasional terindeks di Scopus, sudah banyak terealisasi dalam produk nyata yang bisa berguna untuk masyarakat, satu di antaranya adalah penemuan implan glaukoma yang dihasilkan dari penelitian Dr dr Virna Dwi Oktariana SpM(K), yang terbukti bisa menurukan patogenesis khas glaukoma pada pasien diabetes. Glaukoma saat ini menjadi penyebab kebutaan kedua di dunia setelah katarak.

UI juga mengembangkan Automatic Tele-health Machine Sehat (ATM Sehat) untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan. ATM Sehat saat ini sudah dikerjasamakan Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis UI untuk digunakan di semua desa Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *