NASIONAL

KOMARUDIN WATUBUN: CALEG HARUS PAHAM DAN AMALKAN PANCASILA

HARIANTERBIT.CO – Sebelum memasuki Senayan, calon anggota legislatif (caleg) harus benar-benar memahami pentingnya pengamalan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga saat bertugas di DPR RI tidak menabrak aturan dan konstitusi.

Soalnya, setiap anggota DPR RI pasti anggota MPR RI. “Karena itu, dia harus benar-benar memahami tugas dan komitmennya akan politik kebangsaan sehingga parpol harus profesional dalam rekrutmen caleg,” kata anggota Komisi II DPR RI, Komarudin Watubun, dalam dialog Empat Pilar MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (3/9).

Karena itu, kata Komarudin, di PDIP sebelum menjadi anggota majelis, kader harus masuk sekolah politik kebangsaan, termasuk untuk mewujudkan kader yang bersih dari korupsi.

Terkait dengan caleg eks napi korupsi, DPR mengikuti UU dan putusan MK, yang memang tidak melarangnya. “Itu bukan membela koruptor, tapi semata untuk menegakkan konstitusi. Hanya saja Bawaalu dan KPU tidak perlu ikut-ikutan berpolitik, dan karenanya harus patuh pada UU,” jelas dia.

Pada kesempatan serupa, anggota DPD RI dari Dapil Provinsi Bangka Belitung (Babel), Bahar Buasan menilai, jika komitmen kebangsaan akan pentingnya menghargai keragaman, kebhinekaan itu harus ditanamkan sejak dini. Bahar melakukannya melalui rumah asiprasi di Babel.

Di rumah aspirasi tersebut, kata Bahar, terdiri dari anak-anak sekolalh yang berasal dari berbagai suku dan agama yang berbeda-beda. Ada yang Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Mereka ini diajarkan hidup rukun dan damai dengan yang berbeda suku dan agama tersebut.

“Mereka ada yang dari Babel, Jawa, Sunda, Ambon, Papua, dan lain-lain. Setelah dididik ada yang melanjutkan sekolah ke Amerika, Jakarta, Bandung, dan lain-lain. Dalam perkembangannya mereka sudah biasa hidup damai, tolong-menolong, bertoleransi, bekerja sama dan sejahtera,” kata dia.

Sedangkan parpol, kata Bahar, hanya merupakan salah satu jalan untuk masuk, sedangkan siapa yang mau masuk? “Itulah yang kita siapkan sejak dini di dalam keluarga, agar Indonesia ke depan lebih baik, dan ini tanggung jawab kita semua,” demikian Bahar Buasan. (art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *