NASIONAL

PEMBEKALAN SOAL BAHAYA RADIKALISME DAN NARKOBA

HARIANTERBIT.CO – Ancaman radikalisme dan bahaya narkoba di lingkup kampus belakangan ini, membuat sejumlah perguruan tinggi, melakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satu perguruan tinggi yang melakukan antisipasi terhadap kedua bahaya tersebut adalah Universitas Pancasila.

Baru-baru ini, kampus yang berlokasi di kawasan Srengseng Sawah, Lenteng Agung, Jakarta Selatan itu memberi pembekalan terhadap ribuan mahasiswa barunya. Tak tanggung-tanggung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Suhardi Alius, hadir memberikan pemahaman dan pembekalan kepada para mahasiswa baru Universitas Pancasila.

Dalam kesempatan itu, Suhardi menyampaikan sejumlah pengalamannya kepada para mahasiswa baru Universitas Pancasila, terkait isu-isu radikalisme. Menurut Suhardi, ada beberapa komponen yang menciptakan terjadinya radikalisme di kampus, yaitu faktor alumni, dosen/pengajar, maupun organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan gerakan atau organisasi berbasis ideologi tertentu.

Biasanya, kata Suhardi, organisasi yang akan melakukan gerakan itu bertemu di kampus dan menciptakan ‘safe havens’ untuk menjaga dan menyebarkan ideologi mereka. “Terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan atau mengeksploitasi ‘kebebasan di perguruan tinggi’ sebagai kesempatan untuk berkembang dan mengembangkan jaringannya. Dan faktor lainnya adalah, faktor penetrasi partai politik berbasis ideologi agamis ke dalam kegiatan kampus,” ujar Suhardi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, materi terkait penyalahgunaan narkoba disampaikan oleh pihak Badan Nasional Narkotika (BNN). Salah seorang pejabat BNN yang berbicara mengenai narkoba di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Pancasila, menyampaikan pentingnya mengantisipasi penyeberan narkoba. Tentang bahaya zat-zat yang terkandung dalam narkoba.

Adapun hal yang berbeda pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ini adalah dilakukannya ‘pretest’ dan nantinya ‘posttest’ mengenai pemahaman mahasiswa akan implementasi nilai-nilai Pancasila. Hasilnya akan menjadi tolok ukur Universitas Pancasila melalui Pusat Studi Pancasila (PSP) untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa akan Pancasila dan membuat perencanaan pengajaran, sehingga mudah diterima oleh mahasiswa. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *