KASUS

MANTAN WALI KOTA DAN SEKDA DEPOK JADI TERSANGKA KORUPSI

HARIANTERBIT.CO – Kasus dugaan korupsi proyek pembebasan lahan dan pelebaran Jalan Nangka, Sukamaju Baru, Tapos, Depok, Jawa Barat, kini semakin terkuak. Dua mantan pejabat Pemerintah Kota Depok yakni, mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekda Harry Prihanto, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Polresta Depok.

Pernyataan terkait penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut, diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (28/8). Menurut Argo, penetapan keduanya sebagai tersangka, sudah dilakukan pada 20 Agustus lalu.

Dugaan keterlibatan kedua mantan pejabat Pemerintah Kota Depok itu terkuak setelah Tim Penyidik Tipikor Polresta Depok memperoleh hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat. Dari hasil audit tersebut, ditemukan adanya dugaan penyimpangan dana APBD Kota Depok Tahun 2015 dalam proyek pembebasan lahan dan pelebaran Jalan Nangka yang merugikan negara sekitar Rp10,7 miliar.

Proyek pelebaran jalan sepanjang 500 meter dan lebar enam meter milik tersebut, telah dianggarkan dalam APBD 2015 Kota Depok, yakni sebesar Rp17 miliar. Namun dalam pelaksanaannya, proyek tersebut menjadi fiktif karena pembiayaan pembebasan lahan serta pengerjaan pelebaran jalannya dilakukan oleh pihak swasta.

Pihak Polresta Depok sendiri belum ada yang bisa dikonfirmasi seputar penetapan tersangka kedua mantan pejabat tersebut. Hingga kini Tim Penyidik Tipikor Polresta Depok masih terus mendalami kasus dugaan korupsi yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp10,7 miliar itu. Kuat dugaan, akan ada sederet tersangka lainnya dalam kasus ini karena berkaitan dengan dana APBD. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *