NASIONAL

MEMASUKI USIA 40 TAHUN, BPPT KUASAI TEKNOLOGI MENUJU BANGSA MANDIRI

HARIANTERBIT.CO – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memasuki usia yang kelima windu atau ke-40 tahun ini. Berusaha terus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan daya saing dan kemandirian. Kontribusi tersebut terus diperkuat dengan peran BPPT dalam penguasaan teknolgi yakni, kerekayasaan, audit teknologi, kliring teknologi, intermediasi teknologi, alih teknologi, difusi dan komersialisasi teknologi.

“Dalam upaya meningkatkan peranan dan kontribusi dalam pembangunan tersebut dan mengacu pada tugas pokok BPPT, maka telah dilakukan penyempurnaan terhadap visi dan misi. Visi BPPT adalah menjadi lembaga unggulan teknologi dalam pengkajian dan penerapan teknologi untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa,” kata Kepala BPPT Unggul Priyanto, saat membuka acara peringatan usia lima windu BPPT, di Auditorium BPPT, Jakarta, seperti dilansir dalam rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Kamis (23/8).

Untuk misi, Unggul menguraikan, pertama, merumuskan dan merekomendasikan kebijakan nasional di bidang teknologi untuk peningkatan daya saing menuju kemandirian bangsa. Kedua, melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi untuk menghasilkan inovasi teknologi, audit teknologi, kliring teknologi, alih teknologi, dan layanan teknologi. Dan ketiga, melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi.

“Bukti nyata dari visi dan misi tersebut, antara lain telah banyak inovasi dan layanan teknologi yang dihasilkan BPPT, dan telah dimanfaatkan, baik oleh instansi pemerintah pusat dan daerah, industri maupun masyarakat luas. Selain meluncurkan beragam inovasi, BPPT terus giat memberikan layanan teknologi yang dilaksanakan melalui PNBP dari Satker Balai dan BLU Pusat Pelayanan Teknologi BPPT,” ujarnya.

Layanan teknologi yang memberi dampak nyata secara nasional yakni pertama, layanan teknologi modifikasi cuaca oleh B2TMC BPPT, di mana saat ini lebih banyak pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengisian air waduk, dan turut berperan dalam pengamanan Asian Games Ke-18 di Jakarta dan Palembang. Kedua, layanan teknologi dari Balai Teksurla di mana Kapal Riset Baruna Jaya turut berperan dalam pencarian jatuhnya pesawat Air Asia, dan baru-baru ini bersama Tim Basarnas dan KNKT menemukan kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba pada kedalaman 450 meter dengan menggunakan teknologi ROV.

Masuk Kabinet
Sementara itu, Presiden RI ketiga BJ Habibie menginginkan Kepala BPPT masuk dalam kabinet pemerintahan sehingga dapat menerima informasi langsung mengenai pembangunan yang diberikan kepada BPPT. “Bagaimana BPPT mau tahu permasalahannya kalau tidak mendengar langsung dari kabinet,” ujar Habibie.

Selama BPPT bukan anggota kabinet, lanjut Habibie, permasalahan yang ada di BPPT hanya mendapat second hand. Jka kembali ke Menteri Riset dan Teknologi tanpa digandeng ke pendidikan tinggi, maka dapat mengkoordinasikan semua yang ada di departemen departemen masing-masing mengenai masalah yang dihadapi.

“Di BPPT ini ada manusia-manusia yang menurut penilaian saya adalah yang terbaik yang kita miliki. Jika BPPT masuk dalam kabinet, maka dapat langsung menerima dan menyampaikan informasi dalam rapat kabinet kepada Presiden RI. BPPT itu adalah mikro ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan teknologi, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) adalah makro ekonomi,” tandasnya.

Sedangkan mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi Muhammad Hatta Rajasa mengungkapkan, selama 40 tahun, capaian di dalam mengisi pembangunan bangsa, peranan BPPT sangat besar. “Jadi BPPT itu kita berikan peranan, kalau ada menteri BPPN atau kepala Bappenas itu makro mendesain pembangunan, baik pembangunan regional, daerah, secara keseluruhan nasional, nggak bisa dipisahkan, di dalamnya harus ada menempel yang terkait dengan daya saing dan kemandirian, di situ ada konten teknologinya, masalah sumber daya manusia dan seterusnya, maka BPPT di situ peranannya sangat penting,” tuturnya.

“BPPT jangan dilihat sebagai riset, tapi bagaimana ke depan perubahan teknologi. Peranan BPPT dengan sumber daya manusia yang luar biasa bisa memberikan masukan kepada Presiden RI,” pungkas Hatta. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *