KASUS

PPP: GUS ROMMY DIPANGGIL KPK HANYA UNTUK MEMBERIKAN KETERANGAN SEBAGAI SAKSI

HARIANTERBIT.CO – Ali Sa’roni, Sekjen Partai Rakyat Berdaulat (PRB) yang sejak 5 Juni 2018 bergabung ke PPP (caleg PPP) menegaskan, memang ada panggilan dari KPK untuk Gus Rommy sebagai saksi atas dugaan adanya korupsi pada penetapan APBN-P 2018 terkait dana perimbangan daerah.

Dalam rilisnya menyebutkan, wajar kalau sebagai ketua umum PPP, Gus Romy dipanggil KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi. karena sebelumnya ada salah satu fungsionaris PPP yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. mungkin dalam kasus yang sama ini, ketua umum parpol lain juga akan dipanggil KPK sebagai saksi, karena ada kader dan fungsionaris partainya yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Perlu diketahui, bahwa Ketum PPP dipanggil KPK ini hanya untuk menjadi saksi, bukan tersangka. Ali mencontohkan, di rumah tetangga si A ada maling. lalu si A melihat dan tahu bahwa memang tetangganya benar benar kemalingan.

Meskipun bukan si A malingnya, polisi bisa saja memanggil A untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Kalau waktunya sedang longgar, A bisa langsung datang saat dipanggil polisi. tapi klo si A berhalangan dan gak bisa datang. maka polisi bisa memanggilnya di kemudian hari.

Pertanyaannya. dengan kasus di atas, A dipanggil polisi sebagai saksi untuk memberikan kesaksian, atau dipanggil sebagai maling yang mencuri di rumah tetangganya?

Ditegaskan Ali, Gus Rommy taat hukum, pasti akan memenuhi panggilan KPK. Hanya saja kemarin memang beliau lagi sibuk di Jateng dan Yogjakarta untuk mengisi beberapa rangkaian acara menjelang Idul Adha.

Temukan Uang
Pemeriksaan terhadap Romi diduga berkaitan dengan penyitaan uang Rp1,4 miliar dan mobil Toyota Camry. Penyidik menemukan uang Rp1,4 miliar saat menggeledah kediaman salah satu pengurus PPP di Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.

Selain kediaman pengurus PPP, ada dua lokasi lain yang digeledah KPK. Dua lokasi itu yakni rumah dinas anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN dan salah satu apartemen di Kalibata City, yang diduga dihuni oleh tenaga ahli politikus PAN tersebut.

Dalam penggeledahan itu penyidik mengamankan dokumen terkait permohonan anggaran daerah dari penggeledahan tersebut. Satu mobil Toyota Camry ikut disita dari rumah dinas anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN itu.

Dalam kasus ini KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Yakni anggota DPR Fraksi Demokrat Amin Santono, Yaya Purnomo, Ahmad Ghiast, dan Eka Kamaludin. Ahmad Ghiast dan Eka merupakan pihak swasta.

Mereka diduga melakukan tindak pidana suap terkait usulan Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada RAPBN-P Tahun Anggaran 2018. Terkuaknya kasus ini merupakan kerja sama KPK dengan bantuan Inspektorat Bidang Investigasi Kementerian Keuangan. (oko)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *