KASUS

POLDA JATIM BENARKAN OTT KASUS DUGAAN PUNGLI DI SATPAS SIM POLRES KEDIRI

HARIANTERBIT.CO – Markas Besar Kepolisian Negera Republik Indonesia (Mabes Polri) melalui Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan praktik pungli di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polres Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (18/8). Saat ini, sejumlah anggota Satpas Polres Kediri, PNS, dan beberapa calo yang diduga terlibat, tengah diperiksa di Mabes Polri.

Kejadian OTT tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Magera. “Benar. Sekarang sudah dibawa Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Kombes Pol Frans Barung Magera, Senin (20/8).

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari Mabes Polri, apakah kasus itu akan dilimpahkan kembali ke Polda Jawa Timur. “Saya sudah menghubungi Kabid Propam Polda Jatim, kasus itu belum diserahkan ke kami (Polda Jatim-red),” ujar Frans Barung.

Frans Barung menandaskan, pihaknya akan selalu berupaya melakukan transparansi dalam segala hal, termasuk kasus dugaan pungli di lingkungan Polres Kediri.

“Untuk itu kami masih menunggu, apakah kasus itu nantinya ditangani Mabes Polri ataukah akan dilimpahkan ke Polda Jatim, saya menghubungi masih belum diserahkan,” katanya.

Okum Perwira Diduga Terlibat
Dari kegiatan OTT Tim Saber Pungli Mabes Polri ada lima orang calo yang diamankan masing-masing berinisial Hr, Al, Bd, Dw dan Yd. Kelima orang ini yang biasanya selalu nongkrong di parkiran motor halaman belakang, kemarin sudah tidak terlihat lagi.

Sementara dari personel polisi yang diamankan petugas terdiri satu orang perwira utama di lingkungan Polres Kediri berpangkat inspektur satu (Iptu) dan 12 bintara polki dan polwan. Karyawan sipil tiga orang, tiga pegawai harian lepas (PHL), dan satu petugas loket bank.

Petugas yang melakukan OTT juga mengamankan barang bukti uang tunai yang diduga hasil pungli sebesar Rp71.177.000. Barang bukti ini diamankan dari salah satu calo berinisial Bd dan petugas berpangkat bintara. Petugas juga menyita uang tunai dari petugas loket bank sebesar Rp18.450.000, serta 30 buah handphone milik para pelaku.

Terkait dengan mata rantai pungli pengurusan SIM dilakukan oleh lima orang calo yang terkoordinir bertugas sebagai jalan bagi masyarakat yang ingin mencari SIM baru dengan cara mudah.

Setiap hari kelima calo ini menyetorkan uang yang diperoleh kepada karyawan sipil yang bertugas di Satpas SIM. Kemudian karyawan sipil ini melaporkan perolehan uang kepada Baur SIM. Selanjutnya setiap akhir pekan uang yang diperoleh dibagikan.

Dalam kasus itu, setiap pemohon SIM dikenakan biaya di luar PNBP yang bervariatif, mulai dari Rp500.000 hingga Rp650.000 per orang. Nilai tersebut tergantung jenis SIM yang diajukan ke anggota Satpas SIM Polres Kediri oleh beberapa calo yang sudah terkoordinir. Kemudian, setiap minggunya, uang tersebut didistribusikan kepada beberapa pejabat utama. Diduga, salah satunya adalah Kapolres Kediri yang menerima Rp40-50 juta per minggunya.

Terkait dengan kegiatan OTT Tim Saber Pungli berlangsung senyap, karena kejadian itu awalnya hanya diketahui petugas di internal Satpas SIM Polres Kediri, Jatim. (*/oko)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *