KISRUH

DISEROBOT PENGEMBANG, WARGA SULIT DAPAT KEABSAHAN LAHANNYA

HARIANTERBIT.CO – Sejumlah warga Limo, Depok, Jawa Barat, menuntut keadilan atas lahannya. Beberapa kali mereka diintimidasi oleh perusahaan pengembang, terkait lahan seluas 9000 meter persegi yang mereka tempati. Yang lebih miris, ketika hendak mengurus surat pernyataan tidak sengketa, pihak kelurahan tak bersedia untuk tanda tangan.

Upaya warga untuk memperoleh haknya atas lahan warisan orang tua mereka, mengalami beberapa kendala sebelumnya. Mulai dari hilangnya surat girik hingga menghadapi intimidasi dari pihak tertentu, telah dialami warga.

“Kami sudah mengurus surat kehilangan ke kantor polisi, tapi ketika kita meminta tanda tangan lurah sebagai syarat keabsahan bahwa lahan kami tidak sengketa, beliau tidak bersedia tanda tangan. Alasannya, karena tanah kami ini lagi sengketa,” ujar Agus, warga sekaligus ahli waris lahan seluas 9000 meter persegi atas nama Biyang bin Buya, Jumat (10/8).

Warga sempat kaget ketika ada pihak yang mengklaim lahan mereka sebagai miliknya. Pasalnya, dari seluruh ahli waris, tak satu pun yang menjual lahan tersebut kepada pihak lain. “Dari dulu kami tinggal di sini, tidak ada yang pindah-pindah. Surat girik pun masih sama kita, meski hanya foto kopi yang kita miliki,” lanjut Agus.

Warga lainnya, Toha, juga mengatakan hal yang sama. Toha memaparkan kejadian saat ada pihak lain yang mengukur dan membuldozer lahan miliknya. “Pernah ada yang datang ke sini. Orangnya serem-serem. Mereka datang langsung ngukur lahan, jarak berapa lama tanah kami di buldozer,” tutur Toha.

Dengan berbagai kejadian yang dirasa janggal itu, warga pun mendatangi Kantor Kelurahan Limo, guna memastikan status tanah mereka. Setelah berhasil menemui Lurah Limo Danudi Amin, warga pun sedikit kecewa. Pasalnya, data lahan yang dipegang pihak Kelurahan Limo, berbeda dengan data yang dipegang oleh warga.

“Waktu mereka (warga-red) meminta saya untuk tanda tangan, ya saya tidak bersedia. Karena apa yang dipegang warga, berbeda dengan data yang ada di kami. Dari data yang kami miliki, lahan yang dimaksud warga ini sudah pindah kepemilikannya, yakni ke PT Urikon,” jelas Danudi Amin, beberapa hari lalu.

Hingga kini warga belum mendapat kepastian tentang lahan mereka. Apalagi surat kehilangan dari kepolisian yang diharapkan bisa menguatkan bukti kepemilikan, belum bisa dilanjutkan menjadi keterangan bebas sengketa. Warga berharap, lahan warisan orang tua mereka bisa dipertahankan untuk tetap menjadi milik mereka. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *