NASIONAL

KETUA MPR RI: PANCASILA PERLU DIAJARKAN KEMBALI DI SEKOLAH DAN KAMPUS

HARIANTERBIT.CO– Untuk menyelamatkan Indonesia menjadi negeri bersama anak bangsa, Pancasila perlu kembali diajarkan di sekolah termasuk untuk kalangan kampus di seluruh Indonesia.

Hal itu dikatakan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dalam acara Focus Group Discussion bertema ‘Paham Radikalisme Masuk Kampus’ yang digelar Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Jakarta di Gedung Pertemuan Kantor Pusat PT Pelni, Jakarta, Sabtu (20/6/18).

Selain itu Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengajak IARMI untuk menjadi pelopor dalam meningkatkan persatuan anak bangsa di tanah air yang mulai terkoyak akibat berbeda pilihan.

Dikatakan, pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden itu adalah hal rutin yang dilakukan dalam berdemokrasi sebagai pilihan ketika reformasi. “Jangan karena berbeda pilihan, kita terpecah belah. Karena itulah saya berharap IARMI menjadi pelopor dalam merekat persatuan anak bangsa.”

Di depan ratusang anggota IARMI, wakil rakyat dari Dapil Provinsi Lampung ini mengatakan, bangsa Indonesia sekarang ini mudah tersinggung hanya karena perbedaan pilihan dalam Pilkada dan Pilpres karena yang baik-baik masa lalu itu dibuang seperti P4P dan yang berhubungan dengan Pancasila dihilangkan. Di kampus sekolah, Pancasila ditinggalkan.

“Anak yang kini berumur 20 tahun tidak begitu mengenal Pancasila. Saatnya kita pahamkan mereka dengan radikalisme pancasila, tegasnya. Saya juga minta IARMI untuk membantu agar pemuda yang belum mengerti Pancasila diberitahu. Tentu metode disesuaikan dengan keadaan sekarang yaitu Sosialisasi Empat Pilar.”

Lebih jauh dikatakan, pendiri bangsa ini, Bung Karno sudah merumuskan negeri ini dalam bentuk kesepakatan bukan per golongan, agama atau perorangan. sehingga punya kekuatan kesatuan. Tujuannya mencegah lahir paham radikal.

Menurut anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, Bang Karno dengan visi jelas mengarahkan negara ini harus berdaulat dengan Tri Sakti yaitu ekonom, politik, dan budaya.

“Jika berdaulat, maka baru bisa hidup setara dan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Intinya setara itu jika adil dan berdaulat pada pangan ekonomi, ideologi,” demikian Zulkifli Hasan. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *