NASIONAL

BEM UI KRITIK PENGANGKATAN IWAN BULE JADI PENJABAT GUBERNUR JABAR

HARIANTERBIT.CO – Penunjukan dan pelantikan seorang perwira polisi aktif, Komjen M Iriawan, menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat mendapat kritikan pedas dari masyarakat. Selain dari politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade, kritik juga dilontarkan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR, Didik Mukrianto, dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia.

BEM UI melalui rilisnya yang ditandatangani Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa, Selasa (19/9) menyatakan pemerintah tidak konsisten karena sebelumnya pemerintah sudah menyatakan akan membatalkan wacana pengangkatan polisi aktif sebagai pejabat gubernur. Penunjukan Komjen Iriawan menurut BEM UI telah menyalahi aturan.

Selain menolak pelantikan itu, BEM UI mendesak pemerintah mencabut Permendagri Nomor 1 Tahun 2018 karena
bertentangan dengan UU Pilkada, UU ASN dan UU Kepolisian RI.

BEM UI juga mendesak pemerintah segera melantik Penjabat Gubernur yang sesuai dengan UU Pilkada dan UU ASN, dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak pelantikan Penjabat Gubernur yang berasal dari kalangan angkatan bersenjata serta terus mengawal supremasi sipil sebagai amanat reformasi.

Politisi Demokrat,Didik Mukrianto mengatakan,“Ada hal yang cukup serius yang harus disikapi dan dilakukan koreksi terhadap pemerintah, karena pemerintah bisa diindikasikan melakukan pelanggaran terhadap Undang-undang.”

Dia meyebut, pemerintah setidaknya melanggar tiga Undang-undang yakni, UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Sementara politisi Partai Gerindra Andre Rosiade, menyatakan, pelantikan itu sangat melukai masyarakat, merusak kredibilitas pemerintah, melukai semangat reformasi. Dia mengatakan, masih banyak pejabat lain yang lebih pas menduduki posisi tersebut, termasuk pejabat di lingkungan Kemendagri.

Penunjukkan Komjen Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar akan menimbulkan kecurigaan bahwa Pemerintah mendukung salah satu pasangan calon (paslon) gubernur Jabar TB Hasanuddin-Anton Charliyan.

Seakan menjawab kecurigaan masyarakat, Penjabat Gubernur Jawa Barat (Jabar), Komjen Mochamad Iriawan yang sering disapa Iwan Bule menegaskan, dirinya tidak akan mengorbankan kariernya di Polri dengan menyalahgunakan kekuasaan yang baru saja ia emban. Karena itu sama saja mencoreng namanya sendiri sebagai putera daerah Jabar. Ia tegaskan akan netral dalam Pilkada Jabar sebagaimana yang diamanatkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang melantiknya.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan penunjukan Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar telah sesuai aturan perundang-undangan yang ada. Dia menegaskan penunjukan tersebut tidak ada kaitannya dengan proses Pilkada Jabar yang akan berlangsung pada Rabu (27/6) mendatang. (lya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *