NASIONAL

BAMSOET: MANAJEMEN HARUS SERIUS SIKAPI ANCAMAN MOGOK PILOT GARUDA

HARIANTERBIT.CO– Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengingatkan manajemen PT Garuda Indonesia agar menyikapi serius ancaman mogok para pilot pesawat Garuda Indonesia pada musim mudik lebaran 1439 Hijriah. .

Soalnya, kata politisi senior Partai Golkar tersebut, ancaman dari para pilot itu bukan yang pertama kali dan pernah dilakukan sehingga mengindikasikan ada persoalan krusial antara manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dengan para pilot yang belum terselesaikan.

Berdasarkan catatan saya, kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu, ada beberapa kali aksi mogok dari pilot Garuda Indonesia, karena menuntut kenaikan gaji. Aksi pertama terjadi 1980 dan terulang 2003 serta 2011, dengan tuntutan yang sama, menuntut kenaikan gaji.

“Tuntutan kenaikan gaji adalah bagian hak setiap karyawan, termasuk aksi mogok kerja. Dalam Undang-undang Ketenagakerjaan, mogok kerja masih dibenarkan sebagai bagian dari hak para pekerja,” kata wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah tersebut.

Namun, Bamsoet menyayangkan aksi mogok kerja para pilot Garuda dilakukan saat arus mudik Lebaran, karena akan mengganggu pelayanan publik pada musim mudik Lebaran.

Dikatakan, aksi mogok pilot Garuda Indonesia juga berpotensi melanggar UU Nomor 1/2009 tentang Penerbangan dan UU Perlindungan Konsumen. Dalam kedua undang-undang itu diatur konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan, serta keselamatan dalam menggunakan jasa penerbangan. “Jika mogok kerja pilot Garuda jadi dilakukan, maka jelas akan merugikan para konsumen,” kata dia.

Pimpinan DPR RI yang hobi olahraga menembak ini mendorong manajemen PT Garuda Indonesia untuk segera menyelesaikan persoalan dengan para pilot secepat mungkin.
“Manajemen dan Serikat Pekerja Garuda harus duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.”

Karena itu, Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan harus turun tangan untuk turut mengatasi persoalan itu. “Perundingan tripartrit antara Serikat Pekerja Garuda, Manajemen Garuda, dan Kementerian BUMN harus segera dilakukan,” kata dia.

Ditambahkan, perundingan untuk membuka saluran komunikasi yang selama ini tersumbat harus mengedepankan semangat dalam mencari solusi dan tidak saling menyalahkan.

“Tidak ada kata mustahil untuk mencapai kesepakatan bersama. Saya berharap ancaman itu tidak menjadi kenyataan karena merugikan publik dan merusak nama baik Garuda,” demikian Bambang Soesatyo. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *