NASIONAL

ZULHAS MINTA ICMI HADIR SEBAGAI PEREKAT ANAK BANGSA

HARIANTERBIT.CO– Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengakui, suhu politik dalam negeri Indonesia memanas menjelang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 dan Pemilihan Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Itu hal yang wajar. Namun, jangan karena berbeda pilihan anak bangsa harus terkoyak-koyak. Sebab itu, saya minta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) hadir sebagai perekat persatuan,” kata Zulkifli Hasan dalam silaturahmi dengan pungurus ICMI serta buka puasa bersama di rumah dinas Ketua MPR RI, Jakarta Selatan, Jumat (25/5).

Pada acara buka puasa itu hadir mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga tokoh reformasi Amien Rais serta pengurus teras ICMI, Jimly Asshiddiqie, Azyumardi Azra, Mohammad Jafar Hafsah, Siti Zuhro dan sejumlah undangan lainnya.

“ICMI hadir sebagai perekat persatuan. Wadah bersatunya tokoh-tokoh dari berbagai ormas. Semuanya bersatu demi kemajuan umat. Karena itu walaupun di ICMI latar belakang partai politiknya berbeda, tapi harus tetap mendahulukan Merah Putih,” kata Zulkifli Hasan yang juga Ketua Dewan Pakar ICMI itu.

Laki-laki yang akrab disapa Zulhas tersebut berharap, di tengah maraknya isu terorisme seperti saat ini, ICMI lebih memperkuat peran kebangsaan dengan pendekatan pada umat Islam seperti yang pernah dilakukan pemerintahan Orde Baru

“Jadi, kita harus menghapus stigma bahwa Islam adalah teroris. Melalui ICMI kita buktikan bahwa Ummat Islam Indonesia justru sudah khatam soal toleransi di tanah air,” kata Zulhas yang juga Ketua Umum DPP PAN tersebut.

Pada kesempatan serupa, Sekjen ICMI, Siti Zuhro yang juga peneliti senior LIPI mengatakan, umat Islam harus bersatu untuk memilih calon pemimpin yang diinginkan. Tidak sulit buat umat Islam mendapatkan atau memilih pemimpin yang diinginkan karena menjadi pemilih mayoritas di Indonesia.

Hanya saja, kata perempuan tang akrab disapa Wiwiek tersebut, selama ini umat Islam di Indonesia terpecah. “Para pemimpin Islam lebih menuruti egonya sehingga suara ummat Islam dalam memilih pemimpin tidak bulat,” kata dia.

Karena itu, dia mengajak ummat dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia bersatu atau satu suara untuk memilih pemimpin. “Hal tersebut harus dibuktikan pada Pilpres mendatang,” demikian Siti Zuhro. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *