NASIONAL

RIZAL RAMLI: KKN MAKIN MENGGURITA SETELAH 20 TAHUN REFORMASI

HARIANTERBIT.COM– Reformasi Mei 1998 terjadi akibat krisis pangan, ekonomi, moneter dan kepercayaan terhadap pemerintahan Orde Baru pimpinan Soeharto yang dinilai otoriter.

Gerakan mahasiswa dalam Reformasi 1998 membesar setelah penembakan terhadap mahasiswa Trisakti. Aksi mahasiswa tersebut melebar ke kota-kota besar di tanah air seperti Medan, Makasar, Surabaya dan Bandung.

Bahkan dalam gerakan reformasi yang terjadi di Jakarta, mahasiswa dan massa berhasil menduduki Gedung Parlemen Senayan. Jakarta sempat lumpuh beberapa hari.

“Gerakan reformasi berhasil menurunkan Soeharto dari tampuk kekuasaan. Tapi, setelah 20 tahun reformasi ternyata Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) bukannya berkurang, malah semakin sistemik, masif dan menggurita,” kata ekonom senior Rizal Ramli dalam orasi peringatan 20 tahun Reformasi di Gedung Djoang, Jakarta, Senin (21/5).

Dikatakan Rizal Ramli. eskalasi KKN yang semakin masif dan menggurita itu terjadi karena yang dihasilkan adalah demokrasi kriminal. Reformasi gagal membawa kemakmuran bagi mayoritas rakyat juga karena Indonesia menempuh jalan sesat ekonomi.

Jalan sesat ekonomi yang dimaksudkan Rizal Ramli ini adalah neoliberalisme, yang merupakan pintu masuk neokolonialisme dan neokoloniaslisme. Hal itu menimbulkan kemiskinan, pengangguran dan ketidakadilan baru yang sulit dihapus.

“Akibatnya KKN yang masif dan menggurita serta jalan sesat ekonomi neoliberalisme membuat Indonesia semakin sulit untuk bangkit mengejar berbagai ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain,” demikian Tizal Ramli. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *