NASIONAL

MUHAIMIN: SOAL EKONOMI DAN IDEOLOGI JADI TANTANGAN PERTAHANKAN NKRI

HARIANTERBIT.CO – Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar mengatakan, saat ini berbagai tantangan dihadapi bangsa Indonesia dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tantangan yang dapat menghancurkan NKRI, ungkap Muhaimin saat memberikan kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) di Jakarta, Senin (21/5), adalah masalah ekonomi sosial dan ideologi.

Dalam masalah sosial ekonomi, kata Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut adalah semakin lebarnya kesenjangan antara masyarakat miskin dengan yang kaya.

“Masalah kesenjangan sosial ekonomi tersebut harus segera diatasi oleh pemerintah. Bila tidak, kesenjangan ini semakin melebar dan berpotensi terjadinya perpecahan antara sesama anak bangsa,” kata anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid I pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Tantangan yang tidak kalah beratnya yang harus diatasi pemerintah bersama anak bangsa adalah persoalan munculnya aliran baru yang ada di tengah masyarakat yang ingin mengganti pancasila sebagai ideologi bangsa.

Memang, lanjut Muhaimin, Indonesia yang terdiri dari sekian ribu pulau, ratusan suku bangsa dan lebih dari 1200 dialek atau bahasa, melalui pendiri bangsa sudah sepakat menjadikan pancasila sebagai ideologi.

“Keberanekaragaman itulah yang membuat anak bangsa dari berbagai macam suku dan agama sepakat berjuang melawan penjajah untuk merdeka dan hidup sejahtera sesuai dengan cita-cita kemerdekaan,” jelas Muhaimin.

Pada saat berlangsung reformasi, ungkap Muhaimin berbagai pengamat luar negeri meramalkan bahwa bangsa Indonesia akan terpecah menjadi negara-negara kecil seperti yang menimpa Yugoslavia.

Alasan pengamat asing tersebut, ungkap Muhaimin, karena keberagaman Indonesia yang terpecah belah dalam berbagai suku, adat istiadat, bahasa dan agama. Ramalan itu sampai saat ini tidak benar dan hanya Timor Timur yang terpisah dari ibu pertiwi. “Kebhinekaan itulah yang membuat sampai saat ini Indonesia tetap bersatu, walau arus asing untuk memecah belah Indonesia datang begitu kuat,” ujarnya.

Waktu itu kita berhasil menutup ekspansi masuknya nilai-nilai asing dari luar, dan mampu mengikat persatuan, lanjut Muhaimin, bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan.

“Namun, keberhasilan itu harus segera diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan yang lebih nyata bagi seluruh warga Indonesia, agar NKRI ini tertap terjaga,” tambah laki-laki kelahiran Jombang 52 tahun tersebut.

Menyinggung pentingnya peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Muhaimin meminta segenap anak bangsa Indonesia menjadikannya sebagai spirit untuk menjadi negara maju dan menjadi kekuatan agar Bangsa Indonesia mampu bersaing, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan negara-negara lain di dunia.

Walau ada yang belum puas, menurut Muhaimin, sudah banyak keberhasilan yang dicapai bangsa Indonesia selama era reformasi. Tetapi, masih banyak juga kekurangan yang harus segera di benahi. Salah satunya adalah persoalan kesenjangan yang masih terus memprihatinkan.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional yang kita peringati setiap tahun harus mampu membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, tidak tertinggal oleh bangsa-bangsa lain,” demikian Muhaimin Iskandar. (art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *