NASIONAL

BAMSOET: DPR SAHKAN RUU ANTITERORISME JADI UU, ASALKAN PEMERINTAH SUDAH SATU SUARA

HARIANTERBIT.CO – Sidang Paripurna DPR RI bulan bakal mensahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Antiterorisme pada masa sidang yang mulai Senin (21/5). Karena itu, pemerintah diminta sudah satu suara dalam pembahasan finalisasi revisi UU Antiterorisme di DPR.

Hal itu dikatakan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo usai meninjau korban ledakan bom yang dirawat di rumah sakit serta lokasi ledakan bom di Markas Polisi Resor Kota Besar (Mapolrestabe) Surabaya, Senin (14/5).

“Presiden minta RUU Antiterorisme selesai paling lambat bulan Juni. Kami di DPR RI siap untuk ketuk palu bulan ini. Tinggal pemerintah menyelesaikan masalah di internalnya agar satu suara dalam menyikapi revisi UU Antiterorisme ini,” ungakp laki-laki yang akrab disapa Bamsoet ini.

Bamsoet datang ke Mapolrestabes Surabaya bersama Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha, Wakil ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa serta anggota Komisi III DPR RI, antara lain Herman Hery, Arteria Dahlan. Masinton Pasaribu, Adies Kadir, Wihadi serta Ahmad Sahroni.

Sesampainya di lokasi, rombongan wakil rakyat ini langsung mengadakan rapat dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kapolda Jawa Timur, Kakor Brimob dan jajaran lainnya di Mapolrestabes Surabaya.

Pada kesempatan itu, politisi senior Partai Golkar ini meminta aparat kepolisian dan penegak hukum lainnya harus mampu bertindak tegas tanpa takut melanggar hak asasi manusia (HAM).

Aparat kepolisian, kata Bamsoet, harus menyusup masuk ke dalam sel-sel kelompok teroris. Tanpa menunggu teroris melancarkan aksi teror, aparat kepolisian bisa langsung menangkap dan memeriksa jika dirasa ada dugaan kuat dan bukti yang cukup.

“Kepentingan bangsa dan negara harus didahulukan. Kalau ada pilihan antara HAM atau menyelamatkan masyarakat, bangsa dan negara, saya akan memilih menyelamatan masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI,” kata wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah ini.

Soal HAM, kata mantan pimpinan Komisi III DPR RI ini, kita bahas kemudian. Kalau terbukti dilanjutkan ke proses hukum, tidak terbukti dilepaskan. “Jangan diberi teroris ruang untuk berlindung dengan mengatasnamakan HAM,” tandas Bamsoet.

Politisi senior Partai Golkar tersebut juga meminta pemerintah tidak ragu menutup situs maupun konten yang bermuatan radikal. Sebab, berdasarkan informasi dari Kapolri, para teroris memanfaatkan media sosial online untuk merakit bom.

“Pemerintah jangan takut meminta provider maupun penyedia layanan platform digital menutup situs maupun konten yang bermuatan radikal. Jika provider maupun platform digital lambat menutup, kita bisa paksa. Ini untuk kepentingan bangsa dan negara.”

Bamsoet mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. “Jaga diri, keluarga, maupun lingkungan sekitar terhadap ideologi radikal dan ekstrim yang dibawa orang-orang tidak bermoral. Para tokoh masyarakat dan pemuka agama juga diharapkan ikut ambil peran dalam menjaga keteduhan di masyarakat.

Dikatakan, masyarakat Indonesia sangat heterogen dan kental dengan ketaatan kepada tokoh maupun pemuka agama. Karena itu, Bamsoet mengajak masyarakat untuk menciptakan keteduhan dan keharmonisan.

“Para tokoh dan pemuka agama harus mencerahkan umatnya agar tak termakan isu yang dapat memecah bangsa maupun mengganggu kedamaian di Indonesia,” jelas laki-laki yang hobi olahraga menembak ini.

Dari Mapolrestabes Surabaya, Bamsoet bersama rombongannya melanjutkan perjalanan menjenguk korban di RS Bhayangkara Surabaya. Bamsoet merasakan duka mendalam setelah rombongan melihat anak pelaku teror yang masih kecil tergeletak tak berdaya di rumah sakit karena ikut orang tuanya melakukan tindakan bom bunuh diri.

Doa Bamsoet bersama para korban, termasuk empat anak pelaku yang masih anak-anak yang berhasil diselamatan aparat. Dia yakin para korban akan diberikan Tuhan Yang Maha Esa kekuatan.

“Insya Allah, pada masa mendatang tidak ada lagi saudara kita yang menjadi korban. Mari kita sudahi kebiadaban para teroris sampai disini dan menjadi tugas kita bersama bagaimana kita memberikan pendidikan dan masa depan bagi anak-anak pelaku teroris yang berhasil diselamatkan,” demikian Bambang Soesatyo. (art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *