NASIONAL

FRAKSI PKS PROTES KEBIJAKAN TRUMP PINDAHKAN KEDUBES KE YERUSALEM

HARIANTERBIT.CO– Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, dipimpin Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Sukamta mendatangi Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/5).

Rombongan beranggotakan lima orang itu menyampaikan protes kebijakan pemerintahan AS dibawah pimpinan Presiden Donald Trump yang berniat untuk meresmikan kedutaan besar negeri Paman Sam untuk Israel di Yerusalem.

Padahal, ibukota Israel adalah Tel Aviv. Namun, pemerintahan negara Yahudi itu memindahkan ibukota negaranya ke Yerusalem, bagian dari Palestina. Donald Trump tetap akan meresmikan kantor Kedubes AS untuk Israel di Yerusalem.

Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini dalam keterangan pers melalui WhatsApp (WA) kepada Harianterbit.co menyebutkan, walau banyak pihak melarang AS memindahkan kantor Kedubes mereka ke Yerusalam tetapi Donald Trump tetap akan meresmikan kantor Kedubes AS di kota ini.

Sikap keras kepala Donald Trump, kata anggota Komisi I DPR RI ini, bakal menjadi babak baru kezaliman Israel yang disokong AS kepada rakyat Palestina. Jazuli menggambarkan bagaimana rombongan Fraksi PKS DPR RI melakukan protes resmi kepada negara adi daya itu.

Fraksi PKS, kata Jazuli, protes keras sejak Presiden Trump deklarasi sepihak Yerussalem sebagai ibukota Israel dan keinginannya memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv akhir Desember lalu.

Dan, ketika tersiar kabar AS benar-benar akan meresmikan kedubesnya di Yerussalem, 14 Mei besok, Fraksi PKS melayangkan protes resmi dengan mendatangi Kedubes AS.

“Kita ingin tegaskan bahwa keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia mendukung perjuangan rakyat Palestina lepas dari kezaliman penjajahan Israel. Peresmian kedubes AS di Yerussalem adalah babak baru kezaliman kepada rakyat Palestina,” kata wakil rakyat dari Dapil Provinsi Banten III tersebut.

Laki-laki kelahiran Bekasi, 2 Maret 1965 tersebut mengatakan, peresmian kedubes AS di Yerussalem adalah bentuk arogansi sekaligus penghinaan kepada PBB atas puluhan resolusi yang menegaskan bahwa Yerussalem bukan milik Israel dan membatalkan klaim sepihak Israel tersebut.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid yang ikut ke kantor Kedubes AS bahwa keputusan Donald Trump memindahkan Kedubes AS ke Yerussalem sama saja artinya mengabaikan protes dunia dan hasil voting Majelis Umum PBB.

“Kedatangan kami ke Kedubes AS untuk menyampaikan penolakan atas rencana peresmian Kedubes AS di Yerussalem. Ini berarti pemerintah Amerika Serikat tidak mengindahkan protes dunia termasuk hasil voting majelis umum PBB yang mayoritas menolak klaim Yerussalem sebagai ibukota Israel,” kata Hidayat.

Menut wakil rakyat dari Dapil Jakarta Timur tersebut, kebijakan Amerika Serikat ini justru menodai upaya perdamaian dua negara, Palestina-Israel, yang dikehendaki Amerika. Karena itu, dia berharap Trump membatalkan kebijakannya itu karena hanya memperburuk masa depan perdamaian Palestina-Israel.

Pada kesempatan serupa, pimpinan rombongan, Sukamta mengkhawatirkan peresmian kedubes AS di Yerussalem akan memicu babak baru konflik di Palestina dan bahkan bisa meluas di Timur Tengah.

“Palestina merupakan salah satu tanah suci ummat Islam. Timur Tengah dan juga negara-negara Islam akan selalu menempatkan Palestina sebagai perhatian utama dalam kebijakan luar negeri. Sikap AS yang keras kepala ini merusak hubungan antara AS dengan dunia Islam. Amerika akan menanggung rasa marah ummat Islam se-dunia atas sikapnya ini,” jelas Sukamta.

Dalam aksi protes dengan mendatangi Kantor Kedubes AS, Sukamta meminta AS membatalkan rencana peresmian Kedubesnya di Yerusalem. Peresmian Kedubes AS di Yerusalem ini akan memperlihatkan wajah AS sebagai negara yang tidak taat aturan internansional.

Trump jelas akan melanggar puluhan resolusi tentang Yerusalem diantaranya 15 resolusi DK PBB, tujuh resolusi Majelis Umum PBB, dan 6 resolusi UNESCO. Kita berharap Dubes AS, Joseph R Donovan menyampaikan protes PKS ke Presiden Trump.

“Jika AS paksakan kehendaknya, pak Dubes akan melihat setiap hari akan ada demonstrasi di seluruh daerah di Indonesia dan di kantor kedubes AS. Amerika akan menanggung kemarahan jutaan orang setiap hari di seluruh dunia, ” ujar Sukamta.

Sukamta juga meminta Pemerintah Indonesia mengeluarkan nota protes kepada Pemerintah AS terkait rencana peresmian Kantor Kedubesnya di Yerusalem. Bila AS tetap laksanakan peresmian, Sukamta berharap Pemerintah Indonesia untuk memasang bendera setengah tiang di PBB dan seluruh kantor kedubesnya di berbagai negara.

“Aksi bendera setengah tiang ini juga diharapkan bisa dilakukan semua anggota OKI dan seluruh negara di dunia sebagai wujud duka cita atas sikap arogan AS dan juga dukungan moral untuk Bangsa Palestina,” harap Anggota DPR RI asal Yogyakarta ini. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *