PERISTIWA

PERINGATI CORAL DAY 2018, LIPI GANDENG SEAWORLD

HARIANTERBIT.CO – Dalam rangka memperingati Coral Day 2018, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan SeaWorld menggelar berbagai kegiatan antara lain, penyadaran masyarakat tentang pentingnya karang bagi kehidupan sehari-hari, pentingnya menjaga kebersihan laut dari sampah, serta aksi nyata pembersihan pantai dan ekosistem terumbu karang.

“Berbagai kegiatan ini diselenggarakan guna menjaga kelestarian terumbu karang yang saat ini masih terancam rusak, dan juga keanekaragaman hayati laut secara umum. Indonesia merupakan negara maritim yang kaya dengan hasil laut dan sudah sepatutnya kita ikut menjaga kekayaan alam tersebut. Salah satu kekayaan laut Indonesia yang sangat mempesona adalah kecantikan terumbu karangnya,” kata Plt Kepala LIPI Prof Dr Bambang Subiyanto, dalam rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Selasa (8/5), di Jakarta.

Menurut Bambang, terumbu karang Indonesia memiliki luas sekitar 2,5 juta hektare. Sebagai pusat keanekaragaman karang dunia, Indonesia menjadi rumah bagi 67 persen karang dunia yang telah memberikan berbagai manfaat termasuk pariwisata dan ketahanan pangan.

“Sayangnya, hasil monitoring terumbu karang oleh Pusat Penelitian Oseanografi LIPI melalui program Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (Coremap-CTI) menunjukkan bahwa 68 persen terumbu karang Indonesia dalam kondisi cukup dan jelek (tutupan karang kurang dari 50 persen). Bahkan, hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa terjadi penurunan tutupan area terumbu karang di beberapa wilayah perairan Indonesia seperti, Banten, Jakarta, Jepara, dan Cilacap, yang masuk dalam kategori damaged atau rusak,” ujar Bambang.

Laut Pembuangan Sampah
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Dr Dirhamsyah MA mengatakan, penyebab kerusakan area terumbu karang sangat beragam, mulai dari faktor alami lingkungan hingga faktor antropogenik atau perbuatan manusia. Salah satu faktor yang menyebabkan kematian karang adalah eutrofikasi atau kelebihan nutrient dalam perairan yang utamanya disebabkan oleh banyaknya sampah-sampah organik maupun anorganik yang dibuang ke laut.

“Lalu, ada pula cara berpikir masyarakat yang menempatkan laut sebagai tempat pembuangan sampah, dan berbagai polusi dari aktivitas kita sehari-hari turut berkontribusi bagi kerusakan terumbu karang dunia,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Dirhamsyah pun mendorong agar upaya pelestarian dan pencegahan kerusakan terumbu karang terus ditingkatkan, salah satunya lewat peringatan Coral Day 2018 kali ini. Dengan rangkaian aktivitas edukasi untuk berbagai kalangan masyarakat yang bertempat di SeaWorld Ancol.

Khusus kegiatan puncak peringatan Coral Day yang berlokasi di Ancol, rangkaian kegiatan meliputi lomba dongeng dan menggambar bertema terumbu karang yang melibatkan 250 siswa dari 15 Sekolah Dasar (SD), coral reefs educational kits untuk para guru, serta talkshow untuk mahasiswa dan masyarakat agar menghargai karang tidak hanya karena keindahannya, tetapi juga manfaatnya sebagai kapsul waktu dan mengajak masyarakat untuk turut serta dalam mengurangi limbah sampah dengan mengubahnya menjadi keuntungan.

“Melalui beragam kegiatan tersebut, LIPI mengharapkan masyarakat dapat mengetahui arti penting terumbu karang terhadap keberlanjutan ekosistem laut, sehingga dapat berperan aktif untuk ikut menjaga kelestariannya,” pungkas Dirhamsyah. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *