NASIONAL

INOVASI MESIN CNC BPPT, DUKUNG TUMBUH KEMBANG INDUSTRI MESIN PERKAKAS NASIONAL

HARIANTERBIT.CO – Cita bangsa untuk menggapai target Kemandirian industri mesin perkakas bukanlah hal yang ringan. Tentunya diperlukan komitmen serta aksi nyata oleh seluruh pelaku dan pemegang kepentingan di sektor industri nasional, serta dukungan teknologi yang handal.

Oleh karena itu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggandeng semua pemangku kepentingan baik dari pihak akademisi, business dan government (ABG) melalui pengembangan standar desain pembuatan prototipe atau purwarupa ‘Mesin Bubut CNC’ dan ‘Mesin Milling CNC’, untuk mendorong tumbuh kembangnya industri mesin perkakas nasional.

Menurut Deputi BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR), Wahyu Widodo Pandoe, saat mewakili Kepala BPPT mengatakan, saat ini BPPT memiliki fasilitas Design Institute (lab DI) dan fasilitas manufaktur (lab Delphi — Development Engineering Laboratory for Plant Equipment and Heavy Industry), sebagai wadah berhimpun potensi intelektual anak bangsa dalam aktivitas rancang bangun dan rekayasa untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri, mengatasi hambatan paten, desain industri, dan lisensi.

“Adanya fasilitas lab BPPT tersebut di atas memungkinkan dilakukannya pengembangan purwarupa mesin perkakas yang dapat digunakan pada tingkat industri maupun sarana pelatihan pada bidang pendidikan. Purwarupa mesin perkakas ini akan sangat berguna bagi perkembangan industri nasional serta memicu peningkatan teknologi yang lebih canggih mendatang,” tutur Wahyu Widodo Pandoe, saat Peresmian Laboratorium CNC Uninus serta Peluncuran Prototipe Mesin Bubut CNC Milling CNC BPPT, di Universitas Islam Nusantara (Uninus), Jl Soekarno-Hatta, Bandung, dalam rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Senin (7/5).

Lebih lanjut dikatakan Deputi TIRBR, BPPT bersama dengan Kemenristek Dikti dan PT Daun Biru, telah mengembangkan purwarupa mesin bubut CNC kapasitas 5,5 KW dan mesin milling CNC kapasitas 3,7 KW yang diberi nama mesin bubut CNC Kirana 5 dan mesin milling CNC Gayatri 5.3.3.

“Setelah melewati tahapan perancangan, produksi dan assembling langkah selanjutnya adalah proses pengujian untuk mengetahui capaian kualitas dayaguna dari mesin CNC yang diinginkan. Di antaranya dilakukan pengetesan terhadap ketelitian geometri (geometric test), dan juga dilakukan uji pemotongan (cutting test) sesuai dengan standar ISO 1304-1:2004,” jelasnya.

Untuk mengetahui kehandalan (realibility) dari kedua purwarupa mesin CNC tersebut, maka dilakukanlah kerja sama dalam pemanfaatan purwarupa mesin CNC BPPT dengan menempatkannya di Kampus Uninus Bandung.

“Diharapkan dengan penempatan ini, pemanfaatan dan beban pemakaian mesin CNC yang tinggi dalam rangka uji coba dapat dioptimalkan, dan sekaligus dapat mendukung dunia pendidikan dan pengajaran di bidang teknik manufaktur di Uninus,” pungkas Wahyu.

Sinergi Pemangku Kepentingan
Untuk mengurangi ketergantungan teknologi asing, perlu dikembangkan kemandirian teknologi dalam negeri pada industri mesin perkakas, sebagai dasar atau penyokong utama industri mesin atau engineering industri. Pada era globalisasi saat ini, persaingan dalam dunia industri sangat tinggi. Faktor dominan dalam memenangkan persaingan tersebut adalah QCD atau kualitas (quality), harga (cost), dan waktu penyerahan (delivery) suatu produk.

Untuk memenuhi hal di atas, produktivitas dan efisiensi sistem produksi industri nasional harus selalu ditingkatkan, melalui pengembangan kemampuan industri mesin perkakas dalam negeri akan memperkuat industri permesinan/manufaktur di dalam negeri.

Kemandirian menjadi positioning strategy negara dan industri dalam memenangkan persaingan di era globalisasi. Saat ini profit bukan menjadi tujuan, tetapi merupakan luaran atau outcomes dari kemandirian. Lebih lanjut kemandirian melahirkan keberlangsungan (sustainability). Beberapa indikator utama dalam kemandirian industri adalah Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN dan peran serta industri permesinan dalam negeri yang maksimal, struktur yang kokoh, serta dukungan aktivitas R&D (Research and Development) yang saling bersinergi antara lembaga Kaji Terap dan industri.

Melalui acara Peluncuran Prototipe Mesin Bubut CNC dan Mesin Milling CNC BPPT yang diadakan di Kampus Uninus Bandung ini, diharapkan terjadinya sinergi di antara lembaga Kaji Terap (Pengkajian dan Penerapan) BPPT sebagai pembuat desain dan engineering purwarupa mesin CNC bersama mitra kerja industri dan pemangku kepentingan (stakeholders) dalam memanfaatkan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berpihak pada industri CNC lokal guna meningkatkan potensi penggunaan produk mesin perkakas dalam negeri untuk pencapaian kemandirian Industri Nasional. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *