NASIONAL

BAMSOET: BENAHI SISTEM PENDAFTARAN PEMBUATAN SERTIFIKAT PELAUT

HARIANTERBIT.COM– Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendesak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) melakukan pendataan pelaut di seluruh Indonesia.

Selain pendataan, kata politisi senior Partai Golkar tersebut di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/5), para pelaut Indonesia khususnya di daerah Kepulauan Seribu, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan itu juga segera diberi pelatihan.

Perlu diingat, ungkap wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Tengah tersebut, seorang pelaut itu wajib memiliki sertifikat keahlian (certificate of competency) dan sertifikat keterampilan (certificate of profienciency).

Karena itu, laki-laki yang akrab disapa Bamsoet tersebut menghimbau agar para pelaut segera mendaftarkan diri membuat sertifikat pelaut. “Para pelaut itu harus mendaftarkan diri, baik melalui sistem daring (sesuai dengan tata cara pendaftaran pada UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran) atau pun melalui stakeholder setempat, seperti kelurahan.”

Selain itu, Bamsoet minta Komisi V DPR mendorong Kemenhub segera membenahi sistem pendaftaran pembuatan sertifikat pelaut. “Tujuannya supaya dapat terjangkau oleh seluruh pelaut, terutama pelaut-pelaut di daerah,” kata dia.

Seperti diketahui, pelaut di daerah selama ini kesulitan dengan sistem pendaftaran buku pelaut sesuai UU No 17/2008 tentang Pelayaran yang dilakukan melalui Kemenhub dengan sistem daring. Pendaftaran dengan sistem daring itu justeru tidak begitu dipahami pelaut-pelaut di daerah.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui akan hal itu. “Memang faktanya mereka kesulitan. Inilah problem yang kita diskusikan dengan stakeholder. Dengen demikian nanti akan kita tentukan, apakah layanan itu tetap di-sentralisasi (atau) dengan mendapatkan data-data dari kelurahan,” ujar Budi saat meninjau Direktorat Navigasi di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data BPSDM, lebih dari 500 ribu pelaut Indonesia yang tersebar baik di kapal berbendera nasional maupun ­asing. Dari jumlah tersebut, sekitar 78 ribu bekerja di kapal-kapal asing. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *