KASUS

USIR WARTAWAN, OKNUM KEJARI BOJONEGORO TERANCAM PIDANA DUA TAHUN PENJARA

HARIANTERBIT.CO – Karena perilakunya mengusir wartawan, oknum staf intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro terancam pidana dua tahun penjara. Sikap oknum tersebut dikategorikan sebagai upaya menghalang-halangi wartawan dalam melakukan tugasnya. Demikian ditegaskan Didiek Methana, ketua Ikatan Media Online (IMO) Jawa Tengah, pada media, Jumat (16/3), di Hotel Ciputra, Semarang.

Menurut Didiek, pengusiran wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jika mencermati UU tersebut, maka oknum staf Kejari Bojonegoro telah melanggar UU Pers. “Itu pelanggaran Undang-Undang Pers dan bisa dipidanakan,” tandas Didiek geram.

Pria yang merupakan Alumni Lembaga Pers Dr Soetomo Jakarta dan mantan jurnalis Koran Tempo ini meminta pihak Kejari Bononegoro, segera memberikan penjelasan terkait pengusiran wartawan saat meliput serah terima jabatan Kasi Intel Kejari Bojonegoro.

“Kami berharap, agar pihak Kejari Bojonegoro segera memberikan penjelasan terkait pengusiran wartawan ini,” ujar Didiek Methana yang saat memberikan keterangan didampingi Pimpinan Umum tabloidskandal.com Taufiq Rachman.

Ketua IMO Jateng ini meminta semua pihak untuk saling menghormati tugas dan profesi masing-masing, termasuk profesi wartawan. Karena wartawan dalam menjalankan tugas dan profesinya dilindungi undang-undang, dan selalu mematuhi kode etik jurnalistik.

Didiek mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 4 Ayat 1 disebutkan, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Sedangkan ayat kedua menerangkan, bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Sementara ayat ketiga menjelaskan, bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi.

“Sedangkan ayat keempat menyebutkan, bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai hak tolak, bahkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 diterangkan antara lain dalam Pasal 28F, bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia,” bebernya.

Ketua IMO Jateng Didiek Methana (kiri) didampingi Pimpinan Umum tabloidskandal.com Taufiq Rachman, saat memberi keterangan terkait pengusiran wartawan oleh oknum Kejari Bojonegoro.

Tak hanya itu, lanjut Didiek, dalam ketentuan pidana pasal 18 UU No 40/1999, juga menyebutkan barang siapa yang mencoba melakukan kegiatan menghalang-halangi tugas jurnalistik dapat pidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun, dan denda paling banyak Rp500 juta.

Sebelumnya diberitakan, wartawan online tabloidskandal.com dan sebuah tabloid dwi mingguan diusir oleh oknum staf Kasintel Kejaksaan Negeri Bojonegoro berinisal YS, saat meliput Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasintel pada Sabtu (9/3).

Pengkuan Haribono, pengusiran itu tidak beralasan, karena sebelum peliputan itu, Edy Budiono, dan rekannya dari tabloid terbitan Jakarta, sudah melakukan komunikasi melalui WhatsApp (WA) dengan Kasintel. Isinya memberitahukan bahwa keduanya sedang berada di lantai bawah. Melaui WA, Kasiintel menjawab, dirinya sedang gladi resik sertijab. Setelah selesai gladi resik, Haribono dan rekannya, langsung menuju ruang Kasintel di lantai atas.

Rupanya di ruang itu, ada Kasintel lama dan baru. Pengakuan Haribono, sempat bersalaman dengan kedua pejabat yang akan serah terima jabatan itu. Ketika acara mau dimulai kedua wartawan itu ikut masuk, mengikuti Kasintel lama dan baru.

Ironisnya, setelah berada di dalam ruangan serah terima jabatan, tiba-tiba didekati oleh YS, staf Kasintel Kejakssaan Negeri Bojonegoro. Dia meminta kedua wartawan itu meninggalkan ruang serah terima jabatan dengan alasan tidak diundang. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *