NASIONAL

2018, TAHUN POLITIK PERANG DINGIN DAN HIT AND RUN

RUMAHKAMNAS – Tinggal menunggu hitungan jam, kita memasuki Tahun 2018. Tahun ini bisa dikatakan sebagai tahun pancaroba politik dimana konstalasi politik menunjukan eskalasi sunyi (api dalam sekam) ini tanda-tanda Perang Dingin ( bahasa keren saat perang adidaya ).

Pancaroba adalah masa peralihan, seperti peralihan musim dingin ke musim panas dst dimana banyak hal terjadi baik yg datang dari dalam diri sendiri maupun diluar diri sendiri, kejadian dan peristiwa datang dari lingkungan sendiri maupu diluar lingkungan sendiri.

Konstalasi politik 2018 adalah Perang Dingin karena semua sarana dan prasarana untuk memenangkan pertarungan politik digunakan secara tersembunyi tapi berdampak terbuka ( terasa tapi tidak tampak), tidak ada lagi istilah issu sensitif (issu yg tidak boleh terpublikasi ke publik ) dalam bahasa jurnalistik ” off the record ” dikemas rapi dan tertutup tapi berq

2018, Tahun Politik ” Hit and Run ”

Tahun 2018 adalah tahun politik ” hit and run ” bahasa populernya ” Tabrak Lari ” kecelakaan politik akan terjadi masif dan merata dimana-mana.

Didunia online shop sudah tak asing lagi dengan kata-kata hit and run.

Mari kita perhatikan perkembangan perkembangan tehnologi pasar di zaman now ; di online shop dan di offline shop ( pasar ). Prilaku ” Hit and run ” itu kurang lebih :

* Di offline ( pasar ) : jalan-jalan ke pasar, liat barang yg bersuara cakep, terus nanya ini berapa? sipenjual pun menjawab ” 50 ribu” (untuk satu suara). sambil menawarkan barang lain paketan, itu satu paket 1 juta ( isi satu paketnya ada 20 suara ) terus sipembeli menunjuk yg paketan, nawar 900 rb ? lalu dikasih oleh penjual.

Setelah terjadi akad ya, karena sipembeli minta harga segitu terus dikasi penjual. tapi malah dengan santai pembeli bilang “ ini 50 rb untuk tanda jadi dulu ” sesampai dirumah, bayar lunas, oke…saat barang diantar ke alamat, ternyata banyak yg antri juga, Rumahnya memang luar biasa besar lengkap dg penjaga rumah dan stafnya tapi sampai berhari2 belum ketemu sama pembeli tadi, beribu-ribu alasan penjaga rumah beralibi, sampai pada kesimpulan tdk terbayarlah paketan tsb, pulanglah dg membawa penyesalan dan kerugian yg berlipat.

* Di online shop : ada seseorang inbox / sms kesalah satu online shop, “mbak mau order radio yg suaranya konstan tidak berubah2 walau ada gangguan sinyal, baik mbak..! ohhh ini mbak ada lengkap dg penangkal petirnya..! berapa harganya ? ohya termasuk ongkir ke kota a berapa?”. dan kemudian sipenjual pun balas inbox dengan menginfokan ongkir dan totalan plus no.rekening. sipembeli pun balas “ohya mbak hari ini saya transfer”. tapi sudah berhari-hari tidak ada kabar dari sipembeli yang katanya mau transfer .

Waspadalah waspadalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *