NASIONAL

LAPAS NARKOBA KELEBIHAN KAPASITAS, ADA SALAH DALAM PENANGANAN

HARIANTERBIT.CO– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah tidak layak. Soalnya, Lapas kelas satu di kota Provinsi Kalimantan Selatan itu jauh melebihi kapasitas karena narapidana di Lapas ini terus bertambah.

“Yang bertambah narapidana kasus narkoba. Ada yang salah dari penanganan tindak pidana narkoba. Aksi pencegahan dinilai masih kurang maksimal dilakukan aparat berwenang,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa ketika memimpin Kunjungan Kerja (Kunker) ke Banjarmasin, pekan ini.

Dikatakan politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, sebenarnya Kunker anggota Komisi III DPR ingin melihat ada perubahan ke arah perbaikan. Namun, nyatanya yang terjadi melebihi kapasitas. “Bukannya baik, malah bertambah buruk. Nyatanya jumlah orang selalu bertambah.”

Dikatakan, bila tahanan kasus narkoba terus bertambah di Lapas ini, berarti ada yang salah dari penanganan narkoba. BNN sebagai institusi yang punya otoritas menanganinya perlu merubah cara penidakannya.

“Kampanye pencegahan perlu diperluas dengan gerakan masif. Pertanyaan besar dari kami DPR menyangkut hal ini. Nanti kita akan ketemu dengan Kapolda dan BNN,” ucap Desmon.

Kelebihan kapasitas selalu menjadi masalah di hampir semua Lapas di tanah air. Untuk itu, kata Desmon, perlu ada kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat dan ada pula kebijakan di tingkat daerah.

“Dengan kunjungan ini, tentu ada kroscek dan melihat bagaimana kondisi Lapas selama ini. Kasus narkoba masih mendominasi penghuni Lapas. Malah ada narkoba masuk ke Lapas. Ini tentu menyangkut penjagaan. Penegakan hukum tanpa pencegahan adalah omong kosong,” ucap Desmond.

Persoalan klasik Lapas tentang kelebihan kapasitas, ungkap Desmon, perlu pula dikoordinasikan dengan penegak hukum lainnya, seperti kejaksaan, kepolisian, dan peradilan.

Bila sumber pasokan narkoba bukan di Banjarmasin, berarti ada penjagaan yang lemah di pelabuhan dan bandara. “Dengan penjagaan yang baik di pintu masuk, pencegahan pun bisa lebih efektif,” demikian Desmon J Mahesa. [ART]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *