Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof Zudan Arif Fakralloh SH, MH, Sekretaris Ditjen Kemendagri Dr Ir Igede Suratha MMA, Direktur Pendaftaran Penduduk Drs Drajat Wisnu Setyawan MM, Direktur Fasilitasi dan Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Dr Ir David Yama, Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Drs Heru Tjahyono, Kadis Dukcapil DKI Jakarta Edison Sianturi, dan Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Tangerang Selatan Heru Sudarmanto, tampil untuk memberi keterangan pers pada acara Nusantara Expo & Forum 2017 di TMII Jakarta, Minggu (22/10).

7,8 JUTA WARGA BELUM MEMILIKI E-KTP

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof Zudan Arif Fakrulloh SH, MA mengatakan, terdapat 7,8 juta warga negara Indonesia yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP. Pihaknya sudah melakukan perekaman e-KTP untuk 176 juta penduduk.

“Kurangnya 7,8 juta lagi, 4 jutanya di luar negeri menunggu saat pulang, dan 3,8 juta warga yang kini berada di Indonesia belum merekam e-KTP, untuk segera merekam ke disdukcapil,” kata Zudan Arif, memberi keterangan pers pada acara penutupan Nusantara Expo & Forum 2017, “Kreativitas Membangun Bangsa yang Mandiri dan Unggul”, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (22/10).

Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof Zudan Arif Fakralloh SH, MH, Sekretaris Ditjen Kemendagri Dr Ir Igede Suratha MMA, Direktur Pendaftaran Penduduk Drs Drajat Wisnu Setyawan MM, Direktur Fasilitasi dan Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Dr Ir David Yama, Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Drs Heru Tjahyono, Kadis Dukcapil DKI Jakarta Edison Sianturi, dan Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Tangerang Selatan Heru Sudarmanto, tampil untuk memberi keterangan pers pada acara Nusantara Expo & Forum 2017 di TMII Jakarta, Minggu (22/10).

Zudan menambahkan, atau kalau mereka sangat sibuk, biar kami yang datang untuk merekam, yang sudah rekam tapi belum cetak ada 2 juta. Untuk memudahkan warga merekam e-KTP, menggunakan sistem jemput bola. Misalnya dengan membuka layanan perekaman e-KTP di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur ini.

Perekaman tersebut disambut ribuan masyarakat yang ingin membuat e-KTP, lebih dari satu kali. Ada sekitar di bawah 1,9 juta warga yang berdata ganda, dan ini tidak bisa langsung diberikan KTP elektroniknya.

Ada berita hoax di media sosial yang diviralkan, bahwa ada penekan suket langsung jadi e-KTP di Stand Dukcapil Kemendagri pada 18-22 Oktober 2017. “Nah, berita hoax inilah yang menyebabkan masyarakat datang berbondong-bondong minta dicetakkan suket (surat keterangan-red)-nya menjadi e-KTP, padahal desain acara tidak sampai untuk melayani percetakan,” ujarnya.

“Proses pembagian e-KTP yang datanya sudah clear dan sudah tunggal (Print Ready Record/PRR), sampai malam akan diselesaikan. Permohonan mencapai 18.994 keping e-KTP dengan perincian warga DKI mencapai 13.006 e-KTP dan warga luar DKI mencapai 5.988 keping e-KTP,” jelas Zudan. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *