SYAHRIAL AKAN TERUSKAN RENCANA MEMBANGUN KAWASAN SUMSEL BARAT

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Mantan Gubernur Sumatera Selatan periode 2003-2008, Syahrial Oesman kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan kawasan Sumsel Barat menjadi sentra pembangunan dan ekonomi untuk mengatasi ketimpangan dan pemerataan. Demikian diungkapkannya sesaat setelah turun dari penerbangan Jakarta – Lubuk Linggau di bandara Silampari, Kamis (3/8).

Syahrial menyatakan dengan terbukanya akses langsung melalui penerbangan ke Lubuk Linggau baik dari Jakarta, Palembang maupun nantinya dari kota-kota lain di Indonesia, kawasan Sumatera Selatan bagian barat ini akan berkembang pesat. “Sewaktu saya menjabat gubernur, saat itu kami membantu pembangunan bandara Silampari melalui APBD. Tidak sedikit yang kritik keputusan itu namun saya bersikukuh melakukannya karena secara faktual Linggau sangat mungkin dikembangkan dan jadi sentra bisnis setelah Palembang. Jarak yang jauh, sekitar 342 km dari Palembang membuat Linggau bisa menjadi akses bisnis di bagian barat Sumsel,” ujarnya.

Syahrial yang kini mencalonkan diri kembali menjadi Gubernur Sumsel 2018-2023 menambahkan, Lubuk Linggau juga strategis karena ada moda transportasi kereta api. Jalan kereta yang dibangun sejak zaman Belanda itu menunjukan betapa sejak dahulu sudah dibaca jika wilayah ini akan jadi sentra pembangunan. “Kini setelah bandara Silampari ditingkatkan kemampuannya sehingga bisa didarati pesawat sejenis Boeing 737 dan Airbus 320, terbukti kawasan jadi terbuka. Seharusnya bisnis menggeliat, pembangunan jadi marak. Apalagi jika pesawat berbadan lebar bisa masuk, bukan tak mungkin penerbangan haji bisa juga dari sini,” katanya.

Linggau ungkap Syahrial dengan sendirinya harus ditingkatkan kapasitasnya menjadi sentra bisnis dan pendidikan. Karena letaknya itu maka kota ini bukan saja menjadi akses masuk utama kedua setelah Palembang bagi Sumsel tetapi juga bagi provinsi jiran seperti Provinsi Jambi dimana Kabupaten Sorolangun dan Kabupaten Muara Bungo begitu dekat jaraknya, juga Provinsi Bengkulu dimana Kabupaten Curup amat dekat. “Mungkin kita masih ingat soal wacana pembentukan Provinsi Sumsel Barat dimana para tokoh masyarakat dari Muaraenim, Pali, Lahat, Pagar Alam, Musirawas, Musirawas Utara dan Lubuk Linggau sempat bersama saya mendiskusikan persoalan itu. Kini solusi membangun kawasan ini terbuka dengan Linggau menjadi pintu masuk,” paparnya

Atas dasar itulah Syahrial menekankan program pembangunan kawasan ini secara serius. Infrastruktur, fasilitas umum, sentra bisnis dan pendidikan akan dibangun dengan cepat. “Jika kita sekarang bangga dengan kemajuan Kota Palembang maka hal yang sama akan terjadi untuk Kota Linggau, jika ini berhasil maka akan terjadi keseimbangan kawasan. Pembangunan dan kemajuan tidak hanya dirasakan di wilayah Palembang dan sekitarnya tetapi di kawasan barat juga demikian,” terangnya.

Syahrial juga berjanji akan meneruskan kerja sukses Alex Noerdin. Termasuk akan terus mengawal suksesnya 13 proyek infrastruktur nasional yang harus tuntas hingga 2019. Syahrial mengakui ke 13 proyek yang telah, sedang dan akan dikerjakan masih berkisar di kawasan timur Sumsel dan sekitar Palembang. Seperti pembangunan jalan tol Palembang-Indralaya, jalan tol Pematang Panggang-Kayu Agung, jalan tol Palembang-Tanjung Api Api, jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung, kereta api Prabumulih-Kertapati, kereta api Kertapati-Simpang Tanjung Api-Api, kereta api Tanjung Enim-Tanjung Api Api, kereta api Palembang-Jambi dan Light Rail Transit (LRT). Kemudian Bendungan Komering II (Tiga Dihaji), Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api dan Tanjung Carat, Institut Olahraga Indonesia dan Rumah Sakit Umum Provinsi Sumsel. “Ini adalah berkah bagi Sumsel, PR kita adalah membangun kawasan barat sumsel agar seimbang dan ini masuk dalam konsen program saya yaitu pemerataan pembangunan. Kita teruskan Sumsel gemilang, kita wujudkan Sumsel jaya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *