POLITISI PAN KRITIK JOKOWI SOAL DANA HAJI

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Permintaan Presiden Joko Widodo agar dana haji lebih baik diinvestasikan dari pada nganggur (idle) mendapat kritikan dari Wakil Ketua Pansus Pemilu DPR-RI Yandri Susanto. Politisi PAN ini mengkritik langkah pemerintah yang ingin menginvestasikan dana haji untuk pembangunan infrastruktur tanpa berunding dengan sejumlah pihak terkait.

“Sebaiknya pemerintah tidak serta merta mengambil sebuah kesimpulan, sebelum mengajak umat berbicara. Disitu ada Nadhatul Ulama, Muhamadiyah, dan komponen umat Islam lainnya,” tegas Yandri saat interupsi di Rapat Paripurna DPR-RI dengan agenda penutupan masa sidang di Senayan, Jakarta, Kamis (27/7).

Yandri menilai pernyataan Presiden Joko Widodo tentang investasi dana haji sebesar Rp90 triliun itu dianggap tidak senonoh dan tidak tepat. Alih-alih untuk pembangunan infrastruktur, lanjutnya, saat ini umat muslim lebih membutuhkan perbaikan sejumlah fasilitas tempat ibadah maupun pesantren dan madrasah yang sudah sangat memprihatinkan.

Ia mengingatkan, dana haji adalah milik umat dan sebaiknya pemerintah mengajak umat menggunakan dana yang sejatinya dipergunakan untuk umatnya. Pemerintah seharusnya berbicara terlebih dulu, duduk bersama sehingga tidak ada kontradiktif atau kontroversi di tengah-tengah masyarakat.

Sehari sebelumnya, usai melantik Dewan Pengawas dan Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), di Istana Negara, Jakarta, Presiden Joko Widodo menyarankan, daripada idle, diem, dana yang diperkirakan mencapai Rp90 triliun itu lebih baik diinvestasikan, tetapi pada tempat-tempat yang tidak memiliki risiko tinggi. (lya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *