PERISTIWA

INDONESIA MASIH JADI PASAR BAGI PEREDARAN NARKOBA

HARIANTERBIT.CO – Indonesia menjadi pasar potensial bagi pengedar narkoba internasional. Jumlah penduduk yang sangat besar menjadikan Indonesia sebagai magnet bagi para pengedar.

Hal itu dikemukakan kriminolog Universitas Indonesia (UI), Ferdinand Andi Lolo, Kamis (13/7). “Di sisi lain, tingkat ekonomi masyarakat saat ini cukup tinggi sehingga mereka memiliki dana lebih untuk pengeluaran primer,” ujar Ferdinand.

Ferdinand Andi Lolo

Harga narkoba di Indonesia menjadi lebih tinggi dari negara asalnya karena memiliki pangsa yang lebih besar. Karenanya tak heran jika banyak gembong narkoba berskala internasional melirik Indonesia. Bahkan mereka seolah tidak kapok dengan ancaman hukuman yang diberikan pemerintah Indonesia karena sisi keuntungan yang lebih besar dibandingkan risiko yang harus mereka tanggung.

“Keuntungan yang mereka dapat lebih besar dibanding risikonya. Kalaupun dijerat juga hanya kurir di bawahnya saja, gembong besarnya tetap ada,” lanjut Ferdinand.

Lebih lanjut Ferdinand mengingatkan soal pentingnya menjaga wilayah perbatasan perairan Indonesia. Sebab dari jalur perairan penyelundup memasukkan narkoba ke wilayah Indonesia. “Perbatasan kita kan panjang dan jumlah aparat yang berjaga tidak sebanding. Karena itulah perbatasan kita sering ditembus,” jelasnya.

Terkait sabu satu ton yang baru saja diungkap aparat kepolisian, menurut Ferdinand dapat dijadikan gambaran bahwa tak hanya daerah terpencil saja yang dapat ditembus para gembong narkoba. Karenanya bisa dibayangkan jika wilayah perbatasan terpencil lainnya pun bisa jadi dimanfaatkan oleh para gembong narkoba berskala internasional.

“Dan biasanya mereka punya analisa tersendiri dan mereka punya uang untuk membayar orang yang menganalisa untuk menembus Indonesia. Mereka tahu bahwa perbatasan kita tidak dijaga dengan baik,” paparnya

Perihal satu tersangka pengedar satu ton sabu yang masih buron, Ferdinand menyarankan agar pihak kepolisian untuk segera melakukan pendalaman. Ia meyakini bahwa tersangka itu masih berada di sekitaran lokasi.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengn menyisir seluruh tempat penginapan guna mengetahui keberadaannya. “Atau bisa menyebar foto ke berbagai penginapan. Ini untuk mempersempit ruang geraknya,” lanjutnya.

Soal hukuman, Ferdinand masih sepakat dengan ancaman mati. Karena pengedar narkoba sangat merusak generasi bangsa. “Saya masih sepakat hukuman mati,” tegasnya. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *