POLRI

RUMAH KAMNAS DAN KAPOLRES AKAN MELATIH KADER KEAMANAN

HARIANTERBIT.CO – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra SH, SIK, MH, MSi dalam kesempatan terpisah menyambut baik rencana Rumah Kamnas akan melaksanakan ‘Pelatihan Kader Keamanan’ di Bekasi.

Rumah Kamnas akan mencetak kader keamanan di beberapa daerah di Indonesia, tahap awal akan diutamakan daerah penyangga Ibu Kota yakni, Bekasi, Depok, Bogor dan Tangerang.

Kegiatan Pelatihan Kader Keamanan dimaksudkan agar masyarakat peduli lingkungan yang aman, meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap polmas, siskamling dan yang terpenting masyarakat dapat melakukan deteksi dini terhadap kejahatan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan Pelatihan Kader Keamanan rencananya akan dilaksanakan pada 20 Mei 2017 (tentatif), dan akan diikuti sekitar 75 orang terdiri dari berbagai utusan yakni; ormas pemuda, mahasiswa, karang taruna, tokoh masyarakat, pondok pesantren, pramuka, satpol pp, awak media, dan lain sebagainya.

Rumah Kamnas telah menyiapkan instruktur dan pakar di bidang kamnas yang telah mendapat bimbingan langsung dari Kepala Puskamnas Universitas Bhayangkara Jaya Raya (Ubhara Jaya) Prof (Ris) Hermawan Sulistiyo MA, PhD.

Rumah Kamnas adalah perkumpulan yang dibentuk oleh alumni Sekolah Kamnas yang diselenggarakan oleh Puskamnas Ubhara Jaya.

Narasi pelatihan;
Pelatihan Kader Keamanan dengan pola Andragogi (pendidikan orang dewasa) diawali dengan penyampaian metode pelatihan agar peserta memahami proses pelatihan dari awal sampai akhir pelatihan dengan pola partisipatif (dari peserta untuk peserta).

Perkenalan dan bina suasana, agar peserta saling kenal, akrab dan tidak merasa asing dalam suasana pelatihan, sehingga peserta tidak canggung mengungkapkan apa-apa yang terjadi interaksi/dialog/komunikasi antarpeserta dalam pelatihan tersebut.

Peserta juga akan menyampaikan kasus2 kejahatan, situasi keamanan di lingkungan masing-masing (studi kasus) lalu disimulasikan di forum pelatihan tersebut, dan ditanggapi oleh peserta yang lainnya dengan beragam cara dan solusi untuk mengatasinya.

Untuk mempertajam studi kasus, simulasi tersebut, akan dibahas dalam diskusi kelompok dan diplenokan di depan peserta yang lain.

Untuk memberi arah dan pengetahuan, peserta juga diberi materi tentang polmas, siskamling dan penanganan kejahatan dari narasumber yang kompeten.

Proses pelatihan tersebut diantaranya ada;
1. Metode pelatihan dan perkenalan
2. Bina suasana dan pembentukan kelompok
3. Studi kasus dan simulasi
4. Diskusi kelompok dan pleno
5. Evaluasi

Materi/knowlage;
1. Polmas
2. Siskamling
3. Penanganan kejahatan (crime)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *