PERISTIWA

MERASA TERPANGGIL, AFFAN MENDAFTAR JADI ANGGOTA BADAN PELAKSANA BPKH

HARIANTERBIT.CO – Ahli ekonomi syariah ormas Islam Al Jam’iyatul Washliyah, Affan Rangkuti, mendeklarasikan dirinya untuk mendaftar sebagai anggota Badan Pelaksana BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) di hari terakhir pendaftaran seleksi anggota Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas BPKH.

“Insya Allah saya terpanggil untuk menjaga uang umat, agar bisa bermanfaat sebesar-besarnya bagi umat. Karena BPKH yang mengelola uang umat yang ingin menlaksanakan ibadah haji, dan dititipkan ke BPKH yang dikelola secara syariah. Jadi dana haji itu dari dan untuk umat,” kata Affan, di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (27/12).

Ahli ekonomi syariah ormas Islam Al Jam'iyatul Washliyah, Affan Rangkuti (dua kanan), menjawab wartawan usai mendeklarasikan dirinya untuk mendaftar sebagai anggota BPKH di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/12).
Ahli ekonomi syariah ormas Islam Al Jam’iyatul Washliyah, Affan Rangkuti (dua kanan), menjawab wartawan usai mendeklarasikan dirinya untuk mendaftar sebagai anggota BPKH di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/12).

Affan menambahkan, yang menjadi anggota Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas BPKH seharusnya memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai dunia perhajian dan umrah.

“Jadi BPKH jangan hanya diisi oleh orang-orang yang mengerti tentang investasi keuangan syariah saja, tetapi juga harus mengerti tentang kebutuhan dan keinginan umat dalam ibadah haji dan umrah. Sayangnya panitia seleksi tidak mencantumkan syarat mengenai pengalaman di bidang perhajian dan umrah, padahal poin kuncinya adalah di situ,” imbuh Affan.

Affan yang tercatat sebagai salah satu praktisi ekonomi di Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah juga mengungkapkan, jangan sampai kebutuhan dan keinginan umat dalam berhaji dan umrah tergadaikan karena lebih mementingkan aspek investasi dana haji saja. “Tidak cukup hanya dengan modal jago ekonomi,” ujarnya.

Bicara mengenai siklus perhajian dan umrah kental dengan aspek etika dan moral dalam berbisnis, termasuk cara bagaimana melakukan pertumbuhan ekonomi umat melalui haji dan umrah. Ada etika dan moral yang harus dibangun sebagai fondasinya, mengetahui persis bagaimana penyelenggaraan urusan haji dan umrah baru yang terakhir mengetahui implementasi perekonomian kerakyatan secara syariah untuk memajukan kesejahteraan umat melalui pengelolaan dana haji tersebut.

“Itu indikatornya. Insya Allah saya memiliki indikator itu, karena itulah saya terpanggil untuk ikut dalam seleksi ini, dan yakin usaha saya akan sampai,” pungkas Affan. (*/dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *