PERISTIWA

TERKAIT PENEMBAKAN DUBES RUSIA, POLISI TURKI TAHAN ENAM TERSANGKA

HARIANTERBIT.CO – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pembunuhan terhadap Duta Besar Rusia Andrei Karlov, merupakan provokasi terhadap hubungan erat antara kedua negara. Erdogan berkata bahwa Turki tidak akan membiarkan teror mencapai agendanya.

Kepolisian Turki telah menahan enam tersangka atas pembunuhan Duta Besar Rusia Andrei Karlov, Selasa (20/12). Pada saat yang sama, Rusia dan Turki menggelar penyelidikan bersama dan memperkuat kerja sama keamanan.

Kantor berita Turki, Anadolu melaporkan sebanyak 18 anggota tim investigasi Rusia telah tiba di Ankara dan telah menyelidiki lokasi kejadian kejahatan. Dilaporkan pula, polisi menahan enam saudara dan teman sekamar dari pelaku bernama Mert Mevlut Altintas tetapi kemudian dilepaskan.

“Petugas otopsi telah selesai dan jenazah korban telah dikirim ke Bandara Internasional Esenboga di Ankara untuk sebuah upacara kenegaraan sebelum pemulangan ke Rusia,” bunyi laporan Anadolu.

Kantor berita AFP menyebut jenazah Karlov sudah tiba di bandara Vnukovo, Moskwa. Istri dan keluarga korban tampak ditemui Menlu Rusia Sergei Lavrov dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu.

Otoritas Turki mengidentifikasi pembunuh yang berusia 22 tahun itu bernama Mert Mevlut Altintas. Dia telah bekerja sebagai polisi divisi antihuru-hara Ankara selama lebih dari dua tahun. Altintas tewas ditembak mati oleh aparat keamanan. Setelah menembak Duta Besar Andrei Karlov, dia sempat meneriakkan slogan jihad terkait dengan militansi Islam.

Salah satu pejabat keamanan senior Turki memusatkan penyelidikan apakah Altintas telah terkait dengan ulama Muslim yang berbasis di AS, Fethullah Gulen. Pascakudeta yang gagal 22 Juli lalu, Ankara menyalahkan Gulen sebagai dalangnya. Namun Gulen telah menolak bertanggung jawab untuk kudeta dan serangan terhadap dubes Rusia. Gulen bahkan mengutuk peristiwa-peristiwa terorisme.

Dari slogan yang diteriakkan Altintas, yang terekam video dan diedarkan secara luas media sosial, dia menyerukan ideologi Islamis radikal, bukan pada Gulen, yang kerap mengkhotbahkan pesan dialog antar-agama.

“Jangan lupa Aleppo, jangan lupa Suriah. Anda tidak akan dapat merasa aman untuk selama-distrik kami tidak aman. Hanya kematian dapat memindahkan saya dari sini,” teriaknya dalam bahasa Turki.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan jalan tempat kedutaan besar Rusia akan diganti namanya menjadi “Karlov Street” untuk menghormati dan diplomat yang terbunuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *