DAERAH

CATATAN PERILAKU BERLALULINTAS

HARIANTERBIT.CO – Perilaku berlalu lintas, merefleksikan budaya masyarakatnya. Kesadaran, tanggungjwab, kepekaan dan kepedulian dalam berlalu lintas, akan tercermin dari tingkat disiplinnya mematuhi aturan /peraturan berlalu lintas.

Pencatatan perilaku berlalu lintas dilihat dari sistem penindakan pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran lalu lintas merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan maupun masalah-2 lalu lintas lainya.

Mengapa perilaku berlalu lintas perlu di rekam/ dicatat? Catatan Perilaku berlalu lintas (CPB) merupakan data atas pelanggaran 2 lalulintas yang dilakukan atau keterlibatannya pada suatu kecelakaan lalu lintas.

Dengan sistem ‎CPB merupakan bagian membangun budaya tertib berlalu lintas, sistem analisa data dan dasar atas sistem uji sim (khususnya untuk perpanjangan SIM). CPB tatkala dikaitkan dg sistem E tilang ( electronic law enforcement) akan semakin akurat sistem2 pencatatanya yg di record pd sim, maupun pd STNK.

22selamat

Produk-2 dari registrasi + identifiasi : kendaraan bermotor (STNK + TNKB) dan pengemudi akan menjadi dasar dalam program-2 :
1. Perijinan,
2. Penegakkan hukum,
3. Pencegahan,
4. Edukasi maupun sinergitas antar lembaga.

Penindakkan pelanggaran lalu lintas bertujuan untuk :
1. Mencegah kecelakaan, kemacetan + berbagai masalah lalu lintas lainya,
2. Melindungi, mengayomi + melayani pengguna jalan lainya,
3. Menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan (salah satunya penindakan pelanggaran batas kecepatan maksimal),
4. Meningkatkan kualitas keselamatan (terbangunya budaya patuh hukum (sadar, bertang jawab dan disiplin dalam berlalu lintas).
5. Sebagai bentuk pelayanan kepada publik yaitu terwujud + terpeliharanya kamseltibcarlantas.
Sistem penindakan pelanggaran inipun dpt dikaitkan pd program demeryt point system (sistem perpanjangan sim) yg memberi point2 pd pelanggaran lalu lintas (ringan, sedang + berat).

Lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa + cermin tingkat modernitas yg dinamis dan terus berkembang. Penangananya pun perlu petugas2 yg profesional, didukung sistem2 yg modern ( back office, aplikasi + network), diimplementasikan scr sinergis. Mampu memberikan pelayanan yg prima ( cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif + mudah diakses). Penulis Chryshnanda DL. Kabidbin Gakkum Korlantas Polri
crisnanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *