BNI SYARIAH GAET LIMA LEMBAGA PENYALUR WAKAF

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Untuk mempermudah masyarakat dalam menunaikan wakaf, kini PT BNI Syariah menggaet lima lembaga penyalur wakaf untuk memfasilitasi penyaluran setoran wakaf.

Kelima lembaga penyalur wakaf tersebut yakni, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Global Wakaf Yayasan Pesantren Al-Azhar dan Badan Wakaf Indonesia.

Penandatanganan kerja sama tersebut diwakili oleh Imam Teguh Saptono selaku direktur Utama BNI Syariah, Ismail Agus Said selaku ketua pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Nanda Putra S selaku direktur utama Yayasan Pesantren Al-Azhar, Nur Effendu selaku chief executive officer Yayasan Rumah Zakat, dan N Imam Akbari selaku presiden Yayasan Global Wakaf.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono (tiga kanan), bersama Ismail Agus Said selaku ketua pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Nanda Putra S selaku direktur utama Yayasan Pesantren Al-Azhar, Nur Effendu selaku chief executive officer Yayasan Rumah Zakat, dan N Imam Akbari selaku presiden Yayasan Global Wakaf, usai penandatanganan kerja sama.
Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono (tiga kanan), bersama Ismail Agus Said selaku ketua pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Nanda Putra S selaku direktur utama Yayasan Pesantren Al-Azhar, Nur Effendu selaku chief executive officer Yayasan Rumah Zakat, dan N Imam Akbari selaku presiden Yayasan Global Wakaf, usai penandatanganan kerja sama.

Wakaf Hasanah merupakan program dalam rangka pemasaran bersama mengenai kemudahan berwakaf kepada masyarakat/wakif untuk melakukan setoran dana wakaf melalui uang. Salah satu media yang digunakan adalah melalui website Wakaf Hasanah. Website wakaf hasanah akan menampilkan informasi mengenai beberapa katalog project program produktif yang akan mendapatkan pendanaan berasal dari dana wakaf masyarakat/wakif.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono berharap, dengan adanya kerja sama ini pihaknya dapat bersama menyosialisasikan bahwa wakaf dapat dengan mudah dilakukan secara tunai oleh siapa pun sehingga setiap orang kini dapat berlomba-lomba meraih pahala amal jariyah sebagai bekal saat sudah meninggal nanti.

“Seperti tagline yang kami angkat “Karena ‘Harta’ Dibawa Mati” yang berangkat dari HR Muslim, “Jika seseorang meninggal dnia, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara yaitu, sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh,” ujar Imam di Jakarta, Senin (14/11).

Dengan adanya program Wakaf Hasanah ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para wakif untuk berwakaf untuk menunjang tercapainya pengumpulan dana wakaf umat secara optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Selain itu, diharapkan masyarakat dari semua golongan dapat dengan mudah berwakaf, karena wakaf dapat dilakukan dengan uang tunai tanpa harus menunggu mapan dan mempunyai harta tertentu.

Sejalan dengan Hasanah Lifestyle Banking yang diusung, BNI Syariah berusaha memfasilitasi gaya hidup berhasanah melalui pengelolaan keuangan, yang salah satunya melalui wakaf.

Wakaf merupakan amal jariyah atau amalan yang tidak putus pahalanya bagi orang yang mewakafkan hartanya di jalan Allah Swt. Maka, keutaman orang yang berwakaf, yaitu pahalanya akan terus mengalir meskipun wakif (orang yang berwakaf) sudah meninggal dunia.

“Kami merasa bangga dapat bekerjasama dengan lima lembaha penyalur wakaf tersebut. Selanjutnya kami juga akan menggali potensi kerjasama lainnya yang saling menguntungkan dengan masing-masing lembaga dnegan tujuan yang sama yaitu berdakwah,” kata Imam. (*/dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published.