DAERAH

POLISI SELIDIKI MOTIF PEMBUNUHAN MAHASISWA TERHADAP DOSEN

HARIANTERBIT.CO – Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Agussani, meminta Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, segera menuntaskan kasus pembunuhan dosen Nuraini Lubis oleh mahasiswa Roymardo Sah Siregar.

“Kita mengharapkan, Kapolresta Medan cepat menuntaskan dan mengungkap motif di balik pembunuhan mantan Dekan Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan UMSU tersebut,” ujar Agussani saat melayat di rumah duka Nuraini di jalan Medan – Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (3/5).

Agussani mengatakan, tewasnya korban merupakan pukulan terberat yang dirasakan UMSU. Selain berprestasi dan sering mengikuti agenda kegiatan di dalam kampus, Nuraini merupakan sosok yang baik, ramah dan dekat dengan dosen lain maupun mahasiswa.

Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, penyidik masih mendalami motif pembunuhan mantan Dekan Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan UMSU tersebut. “Kasus ini masih dalam pemeriksaan untuk mengetahui, apakah ada keterlibatan mahasiswa lain dalam kasus pembunuhan tersebut. Hasilnya akan disampaikan nantinya,” katanya.

Kepolisian Resort Kota Medan masih melanjutkan pemeriksaan terhadap Roymardo Sah Siregar, mahasiswa tersangka pembunuhan dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Nuraini Lubis.

“Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Penyidik juga mengambil keterangan sejumlah mahasiswa rekan tersangka. Motif pembunuhan itu ada kaitannya dengan masalah nilai,” ujar seorang petugas reserse di Markas Polresta Medan.

Petugas yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut menambahkan, Roymardo Sah Siregar tidak pernah mendapatkan nilai bagus dari mata kuliah yang diberikan korban. Korban memberikan nilai jelek kepada tersangka karena perilaku mahasiswanya itu dinilai buruk.

Salah seorang mahasiswa UMSU yang turut melayat ke rumah korban, Lina (19), mengaku sangat terpukul mendengar kejadian pembunuhan yang menimpa dosen kesayangannya tersebut. Apalagi, lanjutnya, dosen itu tewas dengan kondisi luka mengenaskan.

“Pelaku begitu tega dan sadis menghabisi nyawa korban dengan cara menggorok lehernya. Apalagi, korban digorok setelah mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat. Pelaku yang membunuh dosen itu pantas dihukum berat. Urine pelaku pun perlu diteliti untuk memberatkan hukumannya. Bisa saja akibat pengaruh narkoba,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *