KISRUH

MOMENTUM FREEPORT JADIKAN BERSIH BERSIH

HARIANTERBIT.CO – Skandal permintaan saham Freeport dan hasil audit investigasi Petral yang baru saja selesai telah menyita perhatian publik tanpa terkecuali. Sungguh dua skandal ini telah membuka tabir hitam kelakuan pejabat negara yang berkolaborasi dengan pengusaha yang akhirnya melahirkan simbiosis mutualisma berujung korupsi dan perampokan hak negara, perampokan hak rakyat, yang kita sebut dengan praktek mafia.

Direktur Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinan Hutahean mengatakan yang menarik dari dua skandal memalukan ini, adanya sosok yang selama ini dicurigai sebaga mafia migas, yaitu hadirnya, Muhammad Riza Chalid (MRC) dalam dua skandal besar yang mempermalukan bangsa serta terindikasi merugikan keuangan negara trilliunan rupiah.

“Namun, betapa hebatnya MRC, dia hadir disetiap lumbung sumber kekayaan negara, dan patut diduga hadirnya MRC adalah menjadi mafia atau tikus yang menggerogoti isi lumbung sumber daya alam negara baik disektor migas maupun mineral,” katanya, Minggu (22/11), di Jakarta.

Sementara itu, didalam skandal permintaan saham Freeport oleh Setya Novanto yang kini ditangani oleh Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, juga hadir MRC, kini publik menduga duga kapasitas dan peran MRC dalam skandal tersebut.

“Kami menduga, bahwa kehadiran MRC diskandal tersebut adalah ingin memperluas jaringannya dan mencari kolaborasi baru serta ingin menjadikan diri sebagai pihak yang berjasa kepada Presiden karena kemampuan kapitalnya yang sangat tidak diragukan,” ujar Ferdinan.

Ferdinan, menjelaskan MRC ingin masuk kedalam lingkaran presiden. Bila permintaan saham itu dipenuhi oleh Freeport, maka sangat patut diduga MRC lah yang akan mengambilnya dan menggantinya dengan uang tunai dan membaginya kepada nama-nama yang disebutkan dalam skandal tersebut.

“Oleh karena itu, kami tegaskan bahwa ini dugaan, Analisa berdasarkan situasi kehadiran MRC dalam pertemuan tersebut. Adanya pihak yang ngotot membela Setya Novanto dalam skandal tersebut, mereka kemungkinan satu kelompok, saling melindungi, mendukung, inilah simbiosis mutualisma antara kepentingan yang tidak berpihak pada rakyat,” ungkap Ferdinan.

Dia, mengungkapkan maka dengan terbukanya skandal Saham Freeport ini, Presiden mestinya menjadikan ini momentum bersih bersih diseluruh perusahaan tambang yang beroperasi di negara ini.

“Publik harus mendorong penanganan kasus ini secara terbuka, terukur dan tepat. Presiden bahkan kami usulkan untuk membentuk tim khusus ad hock untuk menangani skandal mafia di sektor migas dan mineral yang memunculkan nama yang sama dan tentu masih banyak nama lain yang belum terbongkar.

Presiden harus menjadikan momentum ini sebagai momentum bersih bersih mafia di segala lini terutama sektor mineral dan migas yang potensi kehilangan pendapatan negara sangat besar bahkan ribuan trilliun setiap tahunnya,” ungkap ferdinan. (dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *