RENUNGAN

ROAD SAFETY LAYAKKAH MENJADI DAGANGAN POLITIK?

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi ROAD safety merupakan gerakan moral atas kepekaan, kepedulian dan tanggung jawab akan kemanusiaan agar mampu bertahan hidup produktif, dan tidak menjadi korban sia-sia di jalan raya. Berlalu lintas merupakan gerak pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Standar dalam pergerakan tersebut adalah ada standar ideal waktu tempuh dengan […]

RENUNGAN

MERUSAK SIMBOL PERADABAN ADALAH KEBIADABAN?

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi TATKALA berbicara peradaban, maka penyelesaian konflik adalah dengan hukum. Hukum merupakan suatu simbol peradaban. Di dalam negara modern dan demokratis hukum menjadi panglima bukan balas membalas. Bukan pula ala premanisme keroyokan yang memamerkan ketololan. Cara-cara keroyokan, cara-cara balas dendam apalagi merusak simbol hukum atau merusak simbol peradaban jelas […]

RENUNGAN

MEMBODOHI IBU PERTIWI YANG SEDANG BERSUSAH HATI?

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi LAGU ‘Ibu Pertiwi’ memang menyayat hati rasa pilu, sedih, malu, marah bercampur menjadi satu. Indonesia negeri indah permai bak mutu manikam yang kaya-raya menjadi incaran dan sasaran penghancuran. Susahnya lagi, semua internal sendiri yang seringkali bangga memamerkan ketololan-ketololannya. Kejumawaan sektoral, ambisi-ambisi memuakkan terus saja menghadang. Teman saya bercerita, […]

RENUNGAN

SEMANGAT MEMAJUKAN KEMAJUAN DAN SEREMONIALNYA

Oleh: Brigjen Pol Dari Chryshnanda Dwilaksana MSi DI era perubahan dituntut adanya suatu kemajuan. Semua lini serempak meneriakkan kemajuan. Tak jarang disertai slogan-slogan demi inilah, demi itulah, keras meriah seringkali berkesan mewah bahkan jor-joran adu kemewahan. Apa yang diteriakkan seringkali dijadikan barang dagangan. Memajukan bukan demi rakyatnya, tetapi demi ndoro-nya, demi kariernya, atau parahnya demi […]

RENUNGAN

JADILAH PELOPOR BUKAN EKOR

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi MEMBEBEK memang enak, tinggal memgikuti tidak perlu susah-payah, tidak perlu berpikir ikut saja. Apa saja di mana saja bagi kaum pembebeklah yang menyesuaikan. Kaum ekor mau tidak mau tempatnya di belakang atau sebagai pelengkap penderita. Tidak memiliki integritas dan otoritas. Mau tidak mau harus ikut aturan kalau tidak […]