Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras mendatangi kediaman Sudrajat, memberi bantuan yang diharap bisa menambah usaha Sudrajat. (ist)

Kapolres Abdul Waras Bantu Sudrajat Pedagang Es yang Sempat Dituduh, Digebukti dan Dikurung

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Sudrajat, pedagang es gabus yang dituding anggota kepolisian dan TNI menjual kue dicampur spons angkat bicara.

Pria berusia 50 tahun itu membeberkan kronologi panjang peristiwa yang dialaminya, mulai dari tudingan es beracun hingga dugaan pemukulan dan pengurungan selama berjam-jam.

Sementara itu,  buntut dari kejadian ini, Selasa (27/1/2026), Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras mendatangi kediaman Sudrajat yang berada di Kecamatan Bojonggede, Bogor, yang masuk wilayah hukum Polres Depok.

Kombes Abdul memberikan bantuan kepada Sudrajat, berupa sepeda motor dan sedikit tambahan uang yang diharapkan untuk menambah usaha Sudrajat.

Abdul juga memberi keyakinan kepada Sudrajat bahwa kondisinya aman dan tak perlu khawatir.

Sudrajat mengaku sangat senang menerima bantuan dari Kapolres ini. Sebelumnya juga diberitakan, akibat kejadian yang dia alami Sabtu lalu, Sudrajat selama tiga hari tidak berani berjualan.

Dituduh Jual Es Beracun

Sebutan “spons” dikenal juga sebagai bagian bahan pencuci piring. Tapi kalau yang dimaksud adalah untuk makanan, biasanya itu merujuk pada tepung hun kue (tepung pati kacang hijau) yang memang memiliki tekstur kenyal dan pori-pori halus.

Peristiwa itu bermula ketika Sudrajat tengah berjualan seperti biasa. Ia mengaku dituduh menjual es kue jadul berbahan spons setelah seorang anak menyampaikan laporan kepada orang dewasa di lokasi.

“Anaknya yang bilang. Pak ini es racun pak. Panggil tuh tukang es kue itu. Lalu mata-mata dia suruh beli. Disuruh bawa,” ujar Sudrajat, dikutip Rabu (28/1/2026).

Ia menyebut, seseorang membeli lima es kue darinya, namun satu diantaranya tidak dibayar. Tak lama kemudian, situasi berubah mencekam. Sudrajat mengaku dikepung dan mengalami kekerasan fisik. “Beli lima yang bohong satu, lama-lama saya dikepung, ditonjok,” katanya.

“Polisi ama tentaranya juga,” tambah Surrajat.

Sudrajat kemudian dibawa dari lokasi kejadian ke Markas Polsek Kemayoran. Menurut pengakuannya, proses pemukulan tidak berhenti di jalan. Ia menyebut pemukulan terjadi di sebuah pos. “Dibawa ke mobil, dibawa ke Polsek Kemayoran,” ujarnya.

Dalam kondisi tertekan, Sudrajat mengaku dipaksa mengakui sesuatu yang bukan perbuatannya.

“Ampun pak, ampun pak. Bukan punya saya, punya bos. Kalau nggak percaya ikut aja, ke Depok Lama (pabrik pembuat kue),” tuturnya, menirukan ucapannya saat itu.

Ia mengaku sempat diminta makan, lalu kembali dimasukkan ke mobil. Namun trauma sudah telanjur membekas. Dirinya juga diperingati untuk tidak jualan di sana lagi. Akibat kejadian tersebut, Sudrajat mengaku mengalami trauma dan gangguan kesehatan. “Iya trauma, pusing kepala saya,” kata dia.

Sudrajat yang telah berjualan es kue selama 30 tahun itu menyebut mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Ia juga mengaku dikurung di pos selama sekitar satu jam. “Luka di wajah, di dada dipukul, tiga kali dipukul pake selang dan ditendang,” katanya sebagaimana dikutip tvonenews.com.

“Di sana saya dikurung, sampai nangis. (Dikurung) 1 jam. Jam tiga sore sampai Magrib,” ucapnya. (lia/tvone)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *