HARIANTERBIT.CO – Gubernur Aceh H. Muzakkir Manaf, meminta bupati di Aceh yang terdampak banjir untuk tidak menyerah dan cengeng dalam menghadapi situasi saat ini. Ia menekankan bahwa bupati harus proaktif membantu masyarakat dan tidak lari dari tanggung jawab.
“Saya menginstruksikan kepada seluruh bupati dan walikota di Aceh yang cengeng mundur saja, ganti yang lain apa salahnya,” kata Mualem –panggilan akrab Gubernur Aceh — saat diwawancarai pada Kamis (4/12/2025).
Dikutip dari akun @infoacehtimur_official, Jumat (5/12/2025), Mualem juga meminta seluruh instansi turut andil dalam membantu masyarakat saat bencana ini.
Mualem mengunjungi wilayah timur (Aceh) untuk mengirim bantuan kepada korban banjir di Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
Dua truk bantuan dikerahkan untuk Aceh Tamiang dan Aceh Timur, yang di dalamnya beras dan bahan pokok lainnya serta air minum kemasan.
Menurut Mualem, banyak kabupaten kota yang rusak parah akibat diterjang banjir, yaitu: Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireun, Takengon dan Bener Meriah.
“Kita terus mengirim sembako dulu untuk keperluan mendesak, dan keperluan inti lainnya yang dianggap mendesak, saya kira pemerintah provinsi sudah bekerja maksimal saat ini,” paparnya.
Mualem menegaskan bahwa Provinsi Aceh saat ini membutuhkan banyak uang untuk rehabilitasi pasca banjir. Ratusan ribu rumah warga hanyut dan hilang tak tersisa akibat banjir bandang ini.
“Yang saya tau kita membutuhkan banyak uang untuk rehabilitasi, terutama rumah warga lebih kurang saat ini 20 ribu lebih rusak, kita harus bangun kembali, karena kita lihat di Kabupaten Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara Bireun hingga Pidie Jaya hancur total,” pungkas Mualem saat berkunjung ke Aceh Timur.
Sementara itu, data per 3 Desember 2025 pukul 12.00 WIB menunjukkan, total warga terdampak bencana mencapai 39.631 KK atau 175.061 jiwa. Dari jumlah tersebut, 26.445 KK atau 123.461 jiwa masih mengungsi di 245 titik pengungsian, sementara 12.738 KK atau 51.781 jiwa tidak mengungsi.
Bencana banjir ini juga menelan korban jiwa sebanyak 32 orang, sementara data luka/sakit masih dalam pendataan.
Kerusakan rumah dan fasilitas umum juga cukup parah, dengan 430 unit rumah rusak berat, 310 unit rusak sedang, dan 731 unit rusak ringan. Selain itu, jembatan putus, jalan longsor, rumah ibadah, sekolah, meunasah, dermaga boat, dan fasilitas layanan publik juga terdampak. (lia)



