HARIANTERBIT.CO – Rosita Yuwanasari Suwardi Wibawa melalui Yayasan Kinarya Anak Bangsa menggagas aktivitas budaya Bregada Prajurit Nusantara. Kegiatan ini merupakan pentas serta atraksi prajurit kerajaan/keraton seluruh Indonesia.
“Yaitu pentas dan atraksi prajurit kerajaan atau keraton seluruh nusantara, yang berkolaborasi dengan kekuatan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan Polri,” kata Rosita, dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT.CO, Sabtu (29/11/2025).
Bregada Prajurit Nusantara, lanjut Rosita, terinspirasi dari pertunjukan pasukan prajurit di luar negeri, yaitu ‘The Royal Edinburgh Military Tattoo’. “Gagasan untuk mewujudkan Bregada Prajurit Nusantara dimulai pada saat saya dan keluarga tahun 2005-2006 menyaksikan ‘Royal Edinburgh Military Tattoo’ di Skotlandia, yaitu pentas dan atraksi prajurit atau tentara dari seluruh negara persemakmuran Inggris di seluruh dunia yang ditampilkan dalam satu event,” ujarnya.
Kala itu, Rosita mengaku membayangkan jika pertunjukan sejenis dilakukan di Indonesia. Dengan melibatkan prajurit seluruh kerajaan dan keraton di Tanah Air, bersama prajurit TNI. “Pada waktu itu saya berpikir bila Nusantara menampilkan seluruh prajurit dari kerajaan-kerajaan Nusantara dan dikombinasikan dengan TNI itu akan bagus sekali,” tandasnya.
Pertunjukan itu bisa sangat bagus, lanjut Rosita, mengingat Indonesia kaya akan budayanya. Mulai dari kain tradisional atau wastranya yang bermacam-macam. “Karena kombinasi dari wastra Nusantara, kombinasi formasi baris-berbaris, dipadukan dengan kostum wastra Nusantara yang kaya, penuh warna dan beragam, serta budayanya. Semua tarian-tarian dan juga atraksi budaya dari seluruh kerajaan dan juga daerah di mana kerajaan tersebut berada bisa ditampilkan di event tersebut,” paparnya.
Rosita sendiri telah mencatatkan Bregada Prajurit Nusantara sebagai kekayaan intelektual ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kementerian Hukum. Gagasan tersebut sebenarnya sudah diusulkan dan didorong Rosita dengan disampaikan ke teman-temannya yang bergerak di bidang budaya untuk dapat diwujudkan sejak 2005-2006 tersebut. Namun rasanya belum dengan kuat menggambarkan kemegahan nusantara dan perasaan yang dia lihat dan bayangkan pada saat pentas ‘Royal Edinburgh Military Tattoo’ tersebut.
Oleh karena itu, kata Rosita, dengan menggunakan Yayasan Kinarya Anak Bangsa, ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dan kolaborasi dalam menggelar pertunjukan Bregada Prajurit Nusantara. Rosita percaya atas izin Tuhan acara itu akan membawa dampak yang besar bagi bangsa Indonesia. Bahkan juga aspek gastronomi atau kuliner pangan lokal dari setiap daerah di mana kerajaan Nusantara itu berada menjadi daya tarik luar biasa, bila diikutsertakan dalam hajatan ini.
“Dan mengajak kolaborasi seluruh pihak untuk terwujudnya inisiatif ini. Acara ini diharapkan dapat mendatangkan devisa negara, dengan menarik turis dalam dan luar negeri untuk datang menyaksikan ragam budaya Indonesia beserta dengan kekuatan atraksi budayanya,” imbuh Rosita. (*/rel/dade)



